Siklon Tropis Cempaka Telan Korban, Cuaca Masih Ekstrem

0
154

Cuaca hujan disertai angin kencang diprediksi akan menghiasi langit pesisir selatan Pulau Jawa dalam dua hingga tiga hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem ini berkaitan dengan siklon tropis Cempaka di wilayah perairan selatan Jawa Tengah. Potensi hujan lebat akan terjadi di area Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Sementara itu, potensi angin kencang hingga 30 knot terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Selat Sunda bagian utara, perairan utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Laut Sumbawa, Selat Bali hingga Selat Alas, Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Bali hingga Pulau Sumba.

Perairan selatan Jawa Timur, Laut Jawa Bagian Timur, Selat Sunda bagian Selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Selatan Jawa Tengah berpotensi menghadapi gelombang tinggi 2,5 hingga 6 meter.
Informasi dari berbagai sumber, siklon tropis “Cempaka” telah mengakibatkan banjir dan longsor  yang menelan korban jiwa. Di Pacitan Jawa Timur, sebelas orang meninggal dunia dan di Yogyakarta tiga orang meninggal dunia dan seorang lagi masih dicari.

Dari Yogyakarta, dilaporkan bahwa dua warga Kota Yogyakarta; Ambar (40) dan Aurora (3 bulan) meninggal dunia karena tertimbun longsor di Kecamatan Gedongtengen. Mereka telah ditemukan dan dievakuasi pada Selasa (28/11/2017) malam. Satu orang lagi masih dalam pencarian yakni Bardjono. Satu korban meninggal lainnya adalah korban banjir di Kabupaten Gunungkidul.

Sementara itu, di Pacitan sembilan orang  meninggal akibat tertimbun tanah longsor dan dua orang akibat hanyut terbawa banjir. Sembilan korban meninggal akibat longsor itu belum dapat dievakuasi. Sulitnya akses menuju lokasi dan tingginya intensitas hujan menjadi kendala. Tujuh dari sembilan korban tanah longsor itu berasal dari Desa Klesem Kecamatan Kebonagung, dan dua orang lagi warga Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo.

Di Yogyakarta, banjir melanda 64 titik, yakni wilayah Kabupaten Gunungkidul 24 titik, Kabupaten Kulon Progo 4 titik, Kabupaten Bantul 31 titik, Kabupaten Sleman 4 titik, Kota Yogyakarta 1 titik.

Fasilitas umum yang terdampak antara lain; sekolah, pasar, cagar budaya, jembatan, jaringan listrik, dan putusnya akses jalan. Korban terdampak 513 KK wilayah Gunungkidul, 50 jiwa di Panjatan (Kulon Progo),   4.756 jiwa wilayah Bantul, 47 Jiwa Kota Yogyakarta, dan  14 Jiwa di wilayah kabupaten Sleman.

Selain banjir, angin kencang yang terjadi pada Selasa (28/11/2017) telah mengakibatkan pohon tumbang di 106 titik kejadian yakni di wilayah Kota Yogyakarta 2 titik, Kabupaten Bantul 67 titik, Kabupaten Kulon Progo 12 titik, Kabupaten Gunungkidul 8 titik, Kabupaten Sleman 17 titik. Kerusakan akibat angin kencang ini terjadi pada fasilitas umum derupa jaringan listrik, akses jalan, serta fasilitas pribadi rumah dan kendaraan.

Berkaitan dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi, BPBD Yogyakarta melakukan beberapa tindakan pencegahan.  “Untuk daerah bantaran sungai, kami sudah dalam sikap waspada penuh jika sewaktu-waktu banjir dan harus segera mengungsi ke lokasi aman yang ditentukan di tiap pos,” ujar Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarta di sela-sela evakuasi korban bencana longsor Kali Winongo, Selasa sore, 28 November 2017.

PUSDALOPS PB DIY

  call center  : 0274 555585

  whatsapp  : 0274 555584

  facebook  : pusdalopsbpbddiy

  twitter  : @pusdalops_diy

   email  : pusdalopsdiy@gmail

  Freq Radio  : 170.300 MHz output, 165.300 MHz input, -5000 _Simplek dengan tone 88,5

  Emergency Call TRC BPBD DIY : 085103630700