Revitalisasi Citarum Bukan Hanya Membersihkannya dari Sampah

0
31

 

Mengatasi permasalahan Citarum bukan hanya melakukan pembersihan sampah permukaan. Demikian ditegaskan Kapendam III Siliwangi Kol. ARH M. Desi Ariyanto melalui sambungan telefon dalam acara gelar wicara dengan Pro2 FM RRI, Sabtu (30/12/2017). “Kalau hanya membersihkan sampah permukaan, pelaksanaannya cukup enam bulan,” ujar Kapendam.

Permasalahan Citarum sangat kompleks sehingga penanganannya pun harus dilakukan secara masif dan paralel. Pada gelar wicara itu, Kang Soma “Kopral” dari Wanadri mengatakan bahwa masalah Citarum adalah sampah, sedimentasi, perilaku warga, dan penegakan aturan.

“Sampah itu suatu keniscayaan karena merupakan residu kehidupan. Selama ada kehidupan tentu ada sampah. Yang jadi masalah adalah perilaku warga. Saya sendiri melihat langsung ketika patroli di daerah Pagarsih ada warga yang membuang sampah ke sungai,” tutur Kang Soma.

Wanadri sejak 1980-an sudah melakukan pendataan tentang Citarum dan anak-anak sungainya. Kemudian, pada tahun 2000-an, Wanadri pun mencoba membenahi daerah salah satu anak sungai yaitu di Gunung Masigit Kareumbi. “Wanadri bekerja sama dengan BBKSDA Jabar melakukan penanaman pohon dengan pola wali pohon. Di Kareumbi ini ada salah satu anak sungai Citarum, yaitu Sungai Citarik,” jelas Kang Soma bersama Kang Refa, Koordinator Revitalisasi Citarum  dari Wanadri.

Kapendam III Siliwangi Kol. ARH M. Desi Ariyanto menambahkan bahwa program Revitalisasi Citarum Harum tidak boleh sekadar euforia lagi. “Citarum ini sudah ditangani banyak pihak tetapi tidak pernah selesai karena tidak dalam satu komando. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo selama sebulan sudah mempelajari dan mengajak berbagai elemen melakukan revitalisasi Citarum. Kami merangkul dan mengajak teman-teman untuk sama-sama menuntaskan masalah Citarum ini,” tuturnya.

Pangdam III Siliwangi, menurut Desi Ariyanto, melihat bahwa Citarum ini sangat penting sebagai ketahanan  masyrakata. “Citarum ini menyuplai 80 persen pasokan air untuk DKI Jaya, pasokan listrik Jawa, dan konsumsi ikan. Apabila Citarum bermasalah, tentu pertahanan pun terganggu. Yang jelas, tujuan Citarum Harum bukan hanya membersihkan Citarum dari sampah, melainkan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Desi menegaskan. (MDC)*