Tim Pengamanan Hutan Terpadu Perlu Model Percontohan

0
108

Upaya penegakan hukum dalam upaya pelindungan (konservasi) hutan bukanlah hal mudah karena harus dilakukan secara kolektif. Hal itu tergambar pada Rapat Koordinasi dan Kerja Sama Bidang Pencegahan dan Pengamanan Hutan dengan tema ”Pembahasan Penguatan Tim Terpadu Pengamanan Hutan di Provinsi Jawa Barat” di Ruang Pertemuan Pondok Wisata ”Aki-Enin” Cicalengka Kabupaten Bandung, Selasa (6/2/2018).

Banyak masalah dan masukan yang dilontarkan oleh para narasumber dan peserta. Masukan-masukan itu mengerucut pada beberapa kesimpulan, di antaranya adalah perlunya pembangunan role model (percontohan) yang melibatkan Wanadri. Salah satu model yang dapat dijadikan percontohan adalah aplikasi SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) Patrol.

SMART Patrol bukanlah barang baru di Indonesia. Seperti yang diungkapkan Junaedi Hanafiah dalam situs Mongabay, SMART dapat menjadi sistem pengawasan dan penjagaan lahan konservasi. SMART dikembangkan oleh WCS (Wildlife Conservation Society). Aplikasi tersebut bukan hanya sebagai alat untuk mengumpulkan data, tapi juga tool yang dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis. Dirancang untuk membantu perlindungan kawasan konservasi.

SMART juga membantu manajer kawasan konservasi untuk membuat rencana pengelolaan yang lebih baik, mengevaluasi, dan mengimplementasikan aksi konservasi serta meningkatkan akuntabilitas. SMART, yang sudah dipakai di Thailand dan Kamboja, berguna menyatukan kekuatan informasi dan akuntabilitas untuk mengarahkan sumber daya yang dimiliki wilayah-wilayah yang paling terancam. SMART  ini tidak dimiliki oleh perseorangan atau satu organisasi. Dia tersedia secara gratis bagi komunitas konservasi.

Tiga pendekatan utama tool ini adalah: software, capacity building, dan standar perlindungan wilayah. “SMART Patrol dilengkapi perangkat untuk merencanakan, mendokumentasikan, menganalisis, melaporkan, serta mengelola data keanekaragaman hayati, data patroli atau data ancaman, dan tindakan intervensi manajemen di lapangan,” kata Database Officer Forum Konservasi Leuser, Ibnu Hasyem, Kamis, 01 Juni 2017, di Banda Aceh.

(http://www.mongabay.co.id/2017/06/04/smart-patrol-patroli-pintar-berbasis-informasi-handal/)