Jelang Ekspedisi, Tim Mandala Berlatih Gunung Hutan

0
251

 

Jelang ekspedisi dalam rangkaian acara Festival Puncak Papua, seluruh tim pendaki Mandala kembali berlatih melalui diklat gunung hutan di Pegunungan Talaga Jawa Barat pada 12-17 Maret 2018 lalu.

Beberapa materi yang diaplikasikan dalam latihan tersebut di antaranya adalah bertahan hidup (survival) di alam bebas dengan membuat bivak alam dan mencari bahan makanan baik dari sumber botani maupun zoologi, hingga penggunaan alat komunikasi. Selain itu, materi penggunaan GPS sebagai teknologi penunjang dalam bernavigasi darat juga menjadi fokus utama. Diklat gunung hutan kedua ini pun ditutup dengan materi sosiologi pedesaan di Desa Sirna Rasa, Kabupaten Sukabumi.

Diklat ini dihelat untuk mematangkan persiapan tim menuju ekspedisi puncak kedua tertinggi di Indonesia. Tim akan berangkat pada Mei mendatang. Puncak Mandala (4.760 mdpl) adalah puncak tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya (Cartensz Pyramid) yang terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pendakian ke Puncak Mandala dapat dilakukan melalui dua jalur: Kampung Bime (arah Barat Laut Puncak Mandala) dan Kampung Mimin (arah Timur) menyusuri sungai Okstob ke arah hulu. Puncak Mandala yang punya nama lain “Juliana Peak” diselimuti selimut es (gletser) abadi. Namun saat ini, arealnya semakin berkurang akibat pemanasan global.

Pendakian pertama kali dilakukan pada tahun 1953 oleh pendaki berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1991, WANADRI bekerja sama dengan PPGAD (Persatuan Pendaki Gunung Angkatan Darat) mencapai Puncak Mandala. Pendakian melalui Kampung Mimin menyusur sungai Okstob ke arah hulu, dengan durasi 23 hari operasional.*