Koperasi Wanadri – PT Jaswita Jabar Sepakat Bangun Eduekowisata

0
199

“Allahuakbar…,” terdengar gumam Pak Imam Suyono dari tim “Gurilaps” setiap mendengar penjelasan dari Kang Echo, Manajer Tim Pengelola Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK). Dalam perjalanan bernuansa off road dalam rangka meninjau kandang rusa 28 hektare itu, entah berapa kali Pak Imam mengucap takbir. ”Luar biasa Kang…, potensinya sangat besar!” ujar Pak Imam.

Di dalam Toyota Land Cruiser, Kang Echo memang tak henti menjelaskan keberadaan TBMK dan kiprah Wanadri di sana. ”Jalan berbatu ini merupakan rintisan Belanda Pak. Dalam peta 1911 buatan Belanda, jalan ini sudah terterakan.”  Pak Winarso Ak., M.M. (Direktur Umum PT Jaswita) dan Pak Agoes Darmadi S.E. (Direktur Operasi PT Jaswita)  pun semakin bersemangat mengikuti “safari” itu. ”Sayang, rusanya tidak terlihat. Mereka biasanya turun jam 4-5an. Ini kandang karantina seluas 28 hektare. Di kandang ini rusa-rusa mulai ‘dilatih’ untuk hidup di alam bebas. Pemberian pakan mulai dibatasi,” tutur Kang Echo menjelaskan.

Sekelumit penjelasan tentang konservasi fauna – rusa jawa (Cervus timorensis) – itu merupakan bagian rangkaian acara peninjauan tim “Gurilaps” dari PT Jaswita Jabar di TBMK usai acara penandatanganan nota kesepahaman pengembangan wisata antara PT Jaswita Jabar dan Koperasi Wanadri. Penandatanganan dilakukan oleh Winarso Ak., M.M. selaku Direktur Umum Pt Jaswita Jabar dan Irwanto “Item” Iskandar selaku Ketua Koperasi Wanadri di Taman Buru Masigit Kareumbi, Kamis (5/4/2018).

”Nota kesepahaman ini sebagai langkah awal kami untuk melakukan kerja sama yang lebih jauh tentang kepariwisataan, khususnya wisata petualangan. PT Jaswita Jabar adalah BUMD Jawa Barat yang bergerak di bidang properti dan kepariwisataan dan ingin memulai dengan wisata petualangan. Kami berusaha mencari mitra untuk kerja sama menjalankan wisata petualangan ini. Namun, wisata petualangan yang ingin kami jalankan tidak sama dengan wisata-wisata yang sudah ada. Alhamdulillah, jalan kami dibukakan Allah yang mempertemukan kami dengan Wanadri,” tutur Winarso.

Wanadri, melalui Koperasi Wanadri, dipandang sangat berkompeten menjadi advisor dan provider. ”Dari sini saja, kami sudah melihat bagaimana Wanadri melakukan pengelolaan taman buru ini dengan konsep yang matang. Apabila wisata petualangan dilakukan juga di sini, para wisatawan akan mendapatkan ’sesuatu’ yang bisa dibawa pulang,” kata Winarso.

“Sesuatu” yang bisa dibawa pulang itu adalah pengalaman dan pengetahuan baru tentang konservasi, tentang menjaga lingkungan, atau tentang keseimbangan alam. “Idealismenya kuat! Idealisme ini yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan nanti. Para wisatawan itu tidak hanya berswafoto di sini, tetapi juga belajar lebih jauh tentang alam,” tuturnya lagi.

Gayung bersambut. Koperasi Wanadri yang juga tengah mengembangkan wisata petualangan berbasiskan eduekowisata (edukasi ekologi wisata) menyambut baik “pinangan” PT Jaswita Jabar ini. ”Tahun lalu, kami membentuk unit usaha otonom (UUO) baru yang bernama Wisata Alam Tropis (WAT). WAT inilah yang akan menjalankan fungsi eduekowisata. Syukur, kami mendapat mitra PT Jaswita Jabar yang akan sama-sama membangun kepariwisataan dengan basis petualangan dan eduekowisata,” ujar Irwanto Iskandar.*