Tim Puncak Mandala

0
72

Setelah tuntas melakukan latihan gunung hutan, teknik navigasi dan persintasan (survival), tim pendaki puncak Gunung Mandala kembali menempa diri. Kali ini, saat sebulan menjelang keberangkatan, tim melakukan diklat tebing terjal dengan lokasi Tebing Citatah 125 Padalarang Jawa Barat. Selama tiga hari pada akhir Maret 2018, seluruh anggota tim mencoba berbagai materi seperti pengenalan alat, sistem pemanjatan, pemasangan pengaman, leading jalur, hingga evakusi vertikal.

Diklat tebing kali ini menjadi salah satu latihan tambahan sebagai pemenuhan keterampilan untuk menunjang kebutuhan operasional lapangan. Mengingat jalur pendakian yang akan dilalui salah satunya adalah medan berbatu. Berbagai bentuk diklat yang dibangun memiliki target agar seluruh anggota tim bersiap dengan medan apa pun.

Puncak Mandala (4.760 mdpl) adalah puncak tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya (Cartensz Pyramid) yang terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pendakian ke Puncak Mandala dapat dilakukan melalui dua jalur: Kampung Bime (arah Barat Laut Puncak Mandala) dan Kampung Mimin (arah Timur) menyusuri sungai Okstob ke arah hulu. Puncak Mandala yang punya nama lain “Juliana Peak” diselimuti selimut es (gletser) abadi. Namun saat ini, arealnya semakin berkurang akibat pemanasan global.

Pendakian pertama kali dilakukan adalah pada tahun 1953 oleh pendaki berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1991, WANADRI bekerja sama dengan PPGAD (Persatuan Pendaki Gunung Angkatan Darat) mencapai Puncak Gunung Mandala. Pendakian melalui Kampung Mimin menyusur sungai Okstob ke arah hulu, dengan durasi 23 hari operasional.*