SDF Luncurkan Hasil Penelitian Cecendet untuk Lupus

0
30

Syamsi Dhuha Foundation (SDF), LSM nirlaba peduli lupus – peraih Sasakawa Health Prize 2012 dari WHO – pada Minggu (6/5.2018) akan meluncurkan hasil penelitian bahan alam yang berpotensi sebagai  komplemen terapi lupus.

Bersinergi dengan tim relawan peneliti dari Fakultas Kedokteran UNPAD (FK UNPAD) dan Sekolah Farmasi ITB (SF ITB), SDF inisiasi uji klinis herbal cecendet/ciplukan (physalis angulata Linn) untuk mengetahui aspek keamanan dan khasiat tanaman ini. SDF pun kemudian menggandeng PT Kimia Farma (Persero), Tbk (KF) untuk dapat memproduksi dan mendistribusi kapsul ekstrak cecendet ini yg diberi nama Lesikaf. Dengan harapan hasil penelitian ini dapat diakses oleh orang dengan lupus (Odapus) di berbagai daerah di Indonesia dengan harga terjangkau.

“Hingga saat ini belum ada obat yg benar-benar dapat menyembuhkan lupus, obat yang ada hanya bersifat simptomatik (redakan gejala). Karena itu SDF tergerak untuk berperan aktif dalam usaha dunia menemukan terapi lupus yang relatif aman dan efektif. Apa yang dilakukan ini merupakan langkah awal yang masih membutuhkan banyak penyempurnaan & pengembangan. Semoga inisiatif ini dapat meningkatkan penggalian potensi bahan alam Indonesia sebagai komplemen terapi lupus,” ujar Dian Syarief – Ketua SDF yang juga Odapus.

Acara peluncuran yang juga merupakan puncak peringatan World Lupus Day 2018 (WLD) ini, diawali dengan acara gelar wicara bersama Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP – Kepala BPOM, dr. Rachmat Gunadi, SpPD-KR – Wakil Tim Peneliti UNPAD, Prof. Dr. Elin Yulinah, Apt. – Wakil Tim Peneliti SF ITB, Honesti Basyir – Direktur Utama KF & Dian Syarief.

Kepala BPOM menyambut baik langkah SDF dan sangat mendukung penelitian yang diinisiasi oleh pasien ini, “Semoga berikutnya ada bahan alam lain yang juga dapat dikembangkan, tidak hanya sebagai jamu/obat herbal terstandar (OHT), tapi dapat juga ditingkatkan menjadi Fitofarmaka. BPOM akan mendukung penelitian-penelitian bahan alam lanjutan terkait dengan terapi Lupus,” kata Kepala BPOM.

Sementara itu Prof. Elin menjelaskan, “Hasil uji praklinis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak cecendet tidak menimbulkan toksisitas terhadap hewan percobaan dan tidak memengaruhi biokimia darahnya, sehingga aman untuk dilanjutkan ke tahap uji klinis. Pada uji praklinis, ekstrak cecendet dapat meredakan radang, menurunkan kreatinin, dan memperbaiki profil darah yang sering berhubungan dengan gejala lupus”. Prof. Elin yang telah banyak menghasilkan jurnal ilmiah akan membantu pula menyiapkan publikasi ilmiah hasil penelitian ini.

Selanjutnya,  dr. Rachmat menyampaikan, “Dari hasil penelitian, pemberian ekstrak cecendet sebagai terapi ajuvan dalam terapi standar lupus, secara klinis pada komponen fisik kualitas hidup dan skala nyeri secara statistik menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Cecendet aman dikonsumsi karena tidak menimbulkan efek samping pada pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal, liver, dan hematologi. Kiranya ikhtiar penelitian ini dapat bermanfaat bagi para Odapus untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, khususnya dalam atasi fatigue dan peradangan yang kerap jadi masalah”. “KF melalui Unit New Product Development (NPD) bekerja sama dengan berbagai pihak terus berinovasi untuk menghasilkan berbagai produk farmasi yang meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, di antaranya melalui pemanfaatan cecendet/ciplukan ini. Obat herbal alternatif untuk Lupus ini bersifat meredakan, diharapkan dapat diakses oleh para Odapus di berbagai daerah di Indonesia,” kata Honesti Basyir yang hadir beserta jajaran Direksi KF.

Adapun prosesi peluncuran akan dilakukan oleh Dirut KF, Rektor UNPAD Prof. DR. med. Tri Hanggono Achmad, dr., Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, Kepala BPOM & Founder SDF  Eko Pratomo. Secara simbolis akan dilakukan penyerahan kapsul Lesikaf kepada 10 perwakilan komunitas lupus dari berbagai daerah, yaitu: Medan, Palembang, Kalimantan Timur, Bali, Lombok, Jawa Timur, Semarang, Yogya , Solo, dan Jakarta.

“Ikhtiar SDF ini diawali dengan ajang Care for Lupus SDF Awards 2011 – 2014, bahan alam yang terpilih kemudian dilanjutkan ke proses uji praklinis dan uji klinis. Meskipun belum sempurna, hasil ini merupakan langkah kecil untuk membangun kesadaran para Odapus beserta keluarganya agar selektif dalam menggunakan herbal. Sebaiknya mereka memilih herbal yang sudah diteliti aspek keamanan dan khasiatnya sehingga Odapus terhindar dari penggunaan herbal yang tak sesuai dengan kondisinya/kontraindikasi. Inilah sebentuk kepedulian dan  tanda cinta yang ingin dipersembahkan SDF bagi para Odapus & keluarganya,” ujar Dian memaparkan.

Sebelum puncak acara WLD 2018, telah digelar pula Virtual Charity Run & Walk for Lupus (CRL) yg diikuti oleh hampir 300 pelari dari berbagai daerah dan komunitas pelari, Fun Run & sosialisasi lupus bersama komunitas lari Indorunners-Bandung, Penjurian Lupie Diary Award yang diikuti oleh 21 peserta berasal dari Lampung, Pontianak, Padang, Bogor, Karawang dll. Adapun aplikasi Lupie Diary yang berfungsi sebagai personal medical record telah digunakan oleh lebih dari 1.100  pengguna. Akan diadakan pula lomba senam lupus yg diikuti oleh 5 komunitas lupus, yaitu Cinta Kupu Medan, PLSS Palembang, Panggon Kupu Semarang, Kirana Surabaya, dan Paguyuban Kupu Jakarta dengan hadiah berupa dana pengembangan komunitas senilai total Rp 9 juta. Adapun senam lupus yang dapat diunduh gratis ini sudah disaksikan oleh hampir 7.000 viewers. Tak ketinggalaan acara akan dimeriahkan pula dengan penampilan vokalis Tulus.

“Puncak peringatan WLD 2018 akan diwarnai pula dengan Fun Run 5K di seputaran Dago & Victory Walk sambil lakukan sosialisasi lupus di area Car Free Day Dago oleh para pelari CRL. Bersamaan waktunya dengan kegiatan tersebut di Aula Barat ITB juga akan berlangsung konsultasi lupus gratis bersama para dokter pemerhati lupus multi disiplin & bazaar yg tampilkan aneka karya Odapus seperti hasil kebun organik, Lupie’s Pack & aneka jajanan Bandung,” ujar Laila Panchasari – Manajer SDF.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi :