Status Merapi Jadi Waspada

0
127

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY

Laporan Situasi Erupsi Freatik Gunung Merapi

Selasa, 22 Mei 2018, Pukul 03:30 WIB

Kronologi:

  • Erupsi Susulan terjadi pada 22 Mei 2018 pukul 01.47 WIB. Letusan berlangsung selama 3 menit dengan ketinggian asap 3.500 meter arah barat teramati dari pos PGM Babadan. Amplitudo seismik terukur 40 mm.

Update Informasi:

  • Pkl. 02:03 warga srunen evakuasi mandiri.
  • Pkl. 02:08 WIB warga turgo evakuasi mandiri ke Lapangan Tritis.
  • Pkl. 02:09 WIB warga sekitar Pos Aju SAR DIY evakuasi mandiri ke Balai Desa Umbulharjo.
  • Pkl. 02:16 WIB Dusun Kalitengah Lor terpantau hujan abu.
  • Pkl. 02.26 WIB Warga Kaliurang Timur berada di titik kumpul jalur evakuasi (ruas jalan)
  • Pkl. 02.27 WIB Hujan abu dengan pasir di Dusun Tritis. Balita dan Lansia ditempatkan di SD Tritis.
  • Pkl. 02.36 WIB Sebagian wilayah kaliurang turun hujan pasir.
  • Pkl. 02.41 WIB Pergerakan Armada untuk evakuasi dari Posko Utama Pakem (8 Armada)

2 Armada (7 personil) TRC BPBD DIY dan MDMC ke kalitengah lor dan umbulharjo.

Barak Pengungsian :

  1. Balai Desa Glagaharjo
  2. Balai Desa Baru Argomulyo
  3. PNPM Glagaharjo
  4. SD Tritis (dr Turgo ke Tritis)
  5. Ngepring Purwobinangun – Titik Kumpul simpang 4 Ngepring
  6. Kaliurang Timur – Titik Kumpul (ruas jalan) Jalur Evakuasi, bertahan di pintu retribusi (02.57 wib)
  7. Balai Desa Umbulharjo +-200 jiwa
  8. Balai Desa Wonokerto

Pada Tanggal 21 Mei 2018 Pkl. 23.00 WIB BPPTKG menaikkan status dari NORMAL ke WASPADA. Masyarakat dihimbau tetap tenang. Tidak perlu panik dan masyarakat belum perlu mengungsi. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa serta mengantisipasi hujan abu di sekitar Gunung Merapi.

Tindakan yang dilakukan:

  1. Evakuasi warga di lereng Merapi ke barak-barak pengungsian yang sudah dipersiapkan.
  2. Distribusi logistik kepada masyarakat di Barak Pengungsian.
  3. Pantauan situasi dan kondisi di wilayah lereng G Merapi sebelah Timur, Tengah dan Barat.
  4. Warga, relawan dan petugas melakukan kegiatan ronda malam di beberapa wilayah di lereng Merapi, sekaligus menenangkan dan memberi rasa aman warga
  5. Koordinasi TRC BPBD DIY dengan BPPTKG, BPBD Sleman, Pos Aju SAR DIY dan pemangku kepentingan di wilayah lereng G Merapi.

 

Himbauan:

  1. Masyarakat tidak panik, patuhi instruksi petugas yang ada di lapangan.
  2. Antisipasi hujan abu disekitar lereng Merapi dengan menggunakan masker dan menutup sumber air.
  3. Pendakian G Merapi menurut Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk sementara ditutup.
  4. Cermati Informasi berkembang melalui akun-akun media terpercaya: (BPPTKG, BPBD DIY, BPBD Kab Sleman). Dan jangan mudah terpengaruh isu yang meresahkan.
  5. Dihimbau untuk tidak menyebarkan berita/informasi yang meresahkan.

Pusdalops BPBD DIY

📞             call center           : 0274 555585

📲             whatsapp            : 0274 555584

📡            facebook             : pusdalopsbpbddiy

🛰            twitter                  : @pusdalops_diy

📧            email                     : pusdalopsdiy@gmail

📟            Freq Radio          : 170.300 MHz output, 165.300 MHz

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Status Gunung Merapi dinaikkan dari aktif normal menjadi Waspada. Status waspada ini berlaku mulai 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB. “Status Gunung Merapi dinaikkan dari normal menjadi waspada,” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, Senin (21/5/2018). Status Waspada ini berlaku mulai 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB. Dinaikkannya status Gunung Merapi menjadi Waspada karena adanya peningkatan aktivitas. “Terjadi peningkatan aktivitas letusan freatik dan diikuti dengan kejadian gempa VT (volcano- tectonic) dan Gempa teromor,” ucapnya.

Dalam surat resmi nomor 271/45/BGV.KG/2018 yang ditandatangani Hanik Humaida tertanggal 21 Mei 2018 disampaikan, suara gemuruh bersamaan dengan erupsi freatik sebanyak tiga (3) kali pada 21 Mei 2018. Masing-masing terjadi pukul 01.25 WIB durasi 19 menit ketinggian kolom erupsi 700 m, pukul 09.38 WIB durasi 6 menit ketinggian kolom erupsi 1200 m, dan pukul 17.50 durasi 3 menit ketinggian kolom erupsi tidak teramati.

Erupsi freatik yang terjadi pada 21 Mei 2018 terhitung intensif. Erupsi freatik sebelumnya terjadi pada 11 Mei 2018 setelah sekitar 4 tahun tidak terjadi letusan freatik. Pada minggu ini, kegempaan Gunung Merapi tercatat 1 kali gempa vulkanik (VT), 12 kali gempa multiphase (MP), 1 kali gempa tremor, 12 kali gempa guguran (RF), 3 kali gempa letusan, dan 5 kali gempa tektonik (TT). Gempa guguran yang terjadi pada 20 Mei 2018 pukul 21.30 WIB tergolong besar dan sempat terdengar penduduk.

Pada 21 Mei 2018, kegempaan Gunung Merapi tercatat 1 kali gempa vulkanik (VT), 1 kali gempa tremor, 2 kali gempa guguran (RF), 3 kali gempa letusan, dan 3 kali gempa tektonik (TT). Gempa VT dan Tremor terjadi setelah letusan pukul 17.50 WIB. Gempa Tremor berfrekuensi sekitar 0,2 Hz dengan amplitudo rata-rata 5-10 mm. Suhu pusat kawah sekitar 85 derajat Celsius, meningkat dari kondisi normal.

Terkait naiknya status aktivitas dari normal ke waspada, BPPTKG merekomendasikan beberapa hal: 1. Kegiatanan Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

  1. Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
  2. Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, status aktivitas akan segara ditinjau kembali.
  4. Masyarakat diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diimbau tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat. Bisa juga melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No 15 Yogyakarta. 6. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi Gunung Merapi saat ini kepada masyarakat.Artikel ini telah tayang di Kompas.comdengan judul “Status Gunung Merapi Dinaikkan Jadi Waspada”, https://regional.kompas.com/read/2018/05/22/04494951/status-gunung-merapi-dinaikkan-jadi-waspada. Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma. Editor : Reni Susanti