Home Artikel Artikel Pendidikan

Artikel Pendidikan

Dimana akan menampilkan seluruh POSTING yang masuk dalam category artikel pendidikan (letak pada header menu (ARTIKEL - Pendidikan) )

Arena Menumbuhkan Kecintaan Anak Muda pada Semesta

0

Kegiatan jelajah hutan dan pendidikan lingkungan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kecintaan generasi muda kepada alam dan lingkungan.

Wanagama Rally XIV (Mapala Silvagama)

Mahasiswa Pecinta Alam Silvagama Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada mengadakan pendidikan lingkungan dan lomba jelajah hutan tingkat SMA/sederajat se-Indonesia mulai 24 hingga 26 Maret 2017. Sebanyak 219 peserta dari 40 SMA/sederajat ambil bagian dalam acara Wanagama Rally XIV ini.

Tahun ini pendidikan lingkungan yang ditawarkan Wanagama Rally disertai talk show bertema “Generasi Petualang Cerdas”. Ada tiga pembicara yang hadir, yaitu Putri Ayudya  (Presenter Jejak Petualang), Sadtata Noor Adirahmanta (Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata), dan  Mahandis Yoanata Thamrin (Editor Majalah National Geographic Indonesia).

Talk show ini, menekankan pentingnya berkegiatan yang bermanfaat di alam bebas dan perilaku ramah lingkungan. Selain itu para peserta juga dihimbau untuk menggunakan media publikasi secara bertanggungjawab. Dengan memberikan edukasi kepada siswa SMA, diharapkan nantinya peserta mampu menjadi agen perubahan yang memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Wanagama Rally XIV merupakan ajang bergengsi di mata para peserta dan sekarang sudah benar-benar menjadi ajang kompetisi nasional,” kata Sadtata Noor Adirahmanta.

“Wanagama Rally XIV merupakan ajang bergengsi di mata para peserta dan sekarang sudah benar-benar menjadi ajang kompetisi nasional,” kata Sadtata Noor Adirahmanta.

 Ia menambahkan, “Partisipasi beberapa Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dalam mengirimkan kader-kader konservasi untuk mengikuti kompetisi, sangat membantu bagi UPT tersebut dalam memperkenalkan cinta lingkungan dan mengubah mindset kader-kader konservasinya.”

Apresiasi terhadap kegiatan Wanagama Rally XIV juga disampaikan oleh Mahandis Yoanata Thamrin. Ia mengungkapkan, “Saya senang sekali bisa berbagi pengalaman sebagai jurnalis bersama para penjelajah muda dalam forum ini. Saya pikir Wanagama Rally memang merupakan ajang tepat yang menautkan kegiatan alam bebas adik-adik SMA dan sekolah sederajat dengan kakak-kakak mereka di Universitas Gadjah Mada.”

Ia berharap agar kegiatan ini dapat menginspirasi para peserta untuk menjadi pejalan lestari. Setiap tempat yang telah kita jelajahi, demikian ungkapnya, seharusnya akan jauh lebih baik setelah kita tinggalkan. “Mari merayakan penjelajahan karena penjelajahan dapat mendefinisikan hidup dengan lebih mendalam,” ujarnya.

“Mari merayakan penjelajahan karena penjelajahan dapat mendefinisikan hidup dengan lebih mendalam,” ujar Mahandis Yoanata Thamrin.

Sementara itu, Annisa Putri Ayudya mengatakan bahwa kegiatan Wanagama Rally sudah sepatutnya dipertahankan karena dapat menumbuhkan kesadaran bahkan kecintaan lingkungan di kalangan anak muda, yang sebenarnya bukan perkara mudah.

“Tetapi melihat antusiasme teman-teman peserta saat talkshow membuat saya sadar bahwa ada jembatan yang besar yang telah dibangun oleh Silvagama.Wanagama Rally ini bisa terus menjadi platform berwawasan lingkungan yang efektif, menyenangkan, dan bermanfaat untuk alam Indonesia,” katanya.

Setelah itu, para peserta juga mengunjungi Hutan Pinus Mangunan yang terletak di  Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Di tempat ini mereka diberi materi tentang “Pariwisata Kehutanan.”

Melalui kegiatan tersebut, peserta dikenalkan pada konsep kehutanan, manajemen pengelolaan, pemberdayaan masyarakat, dan strategi publikasi wisata. Tempat terakhir yang dikunjungi peserta adalah di Hutan Pendidikan Wanagama I di mana mereka diberi materi tentang konsep konservasi hutan.

“Wanagama Rally ini bisa terus menjadi platform berwawasan lingkungan yang efektif, menyenangkan, dan bermanfaat untuk alam Indonesia,” kata Annisa Putri Ayudya.

Lomba jelajah hutan dilaksanakan di Hutan Pendidikan Wanagama I Hutan Pendidikan Wanagama I terletak di Desa Banaran Kecamatan Playen dan Patuk Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lomba ini memperebutkan trofi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pemuda dan Olahraga,  Gubernur DIY, dan trofi bergengsi lainnya.

Pemenang Wanagama Rally XIV antara lain untuk kategori putra: SMAN 2 Nganjuk (Juara I), SMAN 7 Purworejo (Juara II), dan SMAN 1 Lamongan (Juara III). Sedangkan untuk kategori putri: SMAN 8 Yogyakarta (Juara I), SMAN 4 Yogyakarta (Juara II), dan SMAN 1 Bawang (Juara III).

Adapun Juara Umum dalam lomba jelajah hutan dimenangkan oleh SMAN 8 Yogyakarta dengan membawa trofi bergilir Rektor Universitas Gadjah Mada. Selain itu Juara Favorit disandang oleh SMA Yasmu Sofifi yang merupakan kader konservasi dari Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara.

Selain pendidikan lingkungan dan lomba jelajah hutan, Wanagama Rally juga membuka kesempatan untuk berbagi pengetahuan dengan cara mendonasikan buku-buku pengetahuan, terutama yang bertema lingkungan. Untuk donasi buku ini sifatnya terbuka baik  untuk peserta maupun umum.

Buku-buku yang sudah terkumpul ini akan didonasikan kepada masyarakat sekitar Hutan Pendidikan Wanagama I. Melalui kegiatan Wanagama Rally XIV, Mapala Silvagama mengharapkan kerjasama dari semua pihak agar tercipta kebersamaan dan terjaganya kelestarian alam.

(Rezky Putri Harisanti/Mapala Silvagama)

Sumber: http://nationalgeographic.co.id

Coming soon : Kursus Dasar Navigasi Darat Wanadri 2017

0

COMING SOON !!!
Kursus Dasar Navigasi Darat Wanadri 2017

Selamat siang penjelajah tropis!!!
Akhir-akhir ini kami sering sekali mendapatkan pertanyaan mengenai ‘kapan’ dan ‘dimana’ Kursus Dasar Navigasi Darat Wanadri yang ke-3. Dan banyak sekali yang menyarankan untuk diadakannya KDND di beberapa daerah di Indonesia.

Kami sangat bangga melihat antusias para penjelajah untuk terus berlatih. Dengan demikian kami berupaya untuk memfasilitasi dan mengadakan Kursus Dasar Navigasi Darat Wanadri ke 3.

COMING SOON Kursus Dasar Navigasi Darat Wanadri 2017
Lokasi : Kawasan Gunung Ciremai, Kuningan Jawa Barat
Waktu : Maret 2017

Untuk Infoemasi selanjutnya silahkan like Fanpage Kursus Dasar Navigasi Darat Wanadri

Persiapkan diri anda para penjelajah!
Salam penjelajah tropis. Wanadri!

#NgobrolSore 17 Desember 2016 ‘Sukacita, Pesisir Nusantara’

0
#ngobrolsore 17 november 2016
#NgobrolSore 17 Desember 2016
#NGOBROLSORE
.
SUKACITA, PESISIR NUSANTARA
.
Dalam rangka memperingati Deklarasi Djuanda Ke-57 yang jatuh pada tanggal 13 Desember (1957 – 2016). Kami mengadakan #ngobrolsore dengan tema ‘Sukacita, Pesisir Nusantara”.
.
Pelaksanaan:
Hari/tanggal: Sabtu, 17 Desember 2016
Waktu: 14.00 – 17.30 WIB
Tempat: Auditorium Museum Geologi (Jl. Diponegoro No. 57, Bandung).
.
Bersama:
Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara (Wanadri dan Rumah Nusantara)
dan
Tim Ekspedisi Pendataan Pesisir Subang (Wanadri)
.
Info dan Pendaftaran:
082.220.200.155 (WA)
(Pustaka Tropis)
Kuota: 200 Orang.
.
Kegiatan ini terbuka untuk UMUM dan GRATIS!
.
Mari berkumpul, mari berbagi dan menginspirasi.
.
Salam Tropis!
————————————————————————————
Format Pendaftaran:
.
Nama:
Instansi:
Email:
No. HP:
.
Silahkan Dilengkapi dan kirim ke 082.220.200.155 (WA) Nomor Resmi Pustaka Tropis Wanadri

Mengkhidmati Deklarasi Djuanda : 13 Desember 1957 – 13 Desember 2016

0

deklarasi-djuanda-1-600x400 deklarasi-djuanda-2-600x400DEKLARASI DJUANDA

Bahwa segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam dataran Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak daripada Negara Republik Indonesia. Penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik-titik yang terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-Undang.

Mengenalkan Konservasi Hutan dan Air ke Anak-Anak Lewat Permainan

0

edukasi_malabar

Aktivis Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) Indonesia mengajak siswa-siwi SD Baitul Makmur untuk bermain dengan muatan konservasi hutan dan air. Kegiatan edukasi itu dilakukan Hari Jumat, 11 November 2016 di Hutan Kota Malabar, Malang.

Agar anak-anak tertarik, edukasi kali ini dikemas dengan pendekatan permainan. Aturan permainannya yaitu setiap anak diberi kartu dan lembar pernyataan. Kartu ini bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh anak itu sendiri. Lembar pernyataan berisi tabel yaitu 5 kolom dan 5 baris, dan berisi pernyataan yang akan dicocokkan.

Selanjutnya anak=anak itu saling bertukar pernyataan, dan apabila pernyataan tersebut sesuai dengan kartu yang dimiliki tadi, maka diberi tanda. Siswa harus berhasil menandai lima kotak berurutan horizontal, vertikal, atau diagonal.

Lima anak yang tercepat dalam mengumpulkan mendapatkan hadiah stiker dari PROFAUNA Indonesia. Setelah permainan selesai, aktivis PROFAUNA menjelaskan makna permainan tersebut dihubugkan dengan pentingnya menjaga hutan untuk ketersediaan air.

Anak-anak tersebut terlihat gembira dalam kegiatan edukasi tersebut. Di sesi diskusi, mereka mengajukan banyak pertanyaan seperti, “bagaimana hutan kota bisa mencegah banjir”

Terima kasih untuk aktivis PROFAUNA yang telah melakukan edukasi ini dan juga terima kasih untuk guru SD Baitul Makmur yang telah memberi kesempaan kepada PROFAUNA untuk berbagi dengan anak-anak yang luar biasa itu.

Sumber: www.profauna.net

Edukasi Konservasi Kelautan dan Penyu di Daerah Pesisir Kabupaten Berau

0

img-20161018-wa0013

PROFAUNA Borneo Program bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Berau selama bulan Oktober 2016 ini sibuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di pesisir Kabupaten Berau untuk edukasi terkait isu konservasi kelautan dan penyu. Kegiatan ini juga melibatkan organisasi lokal Berau BLB dan juga Turtle Foundation.

Kegiatan edukasi itu merupakan bagian dari program DKP Kabupaten Berau yang disebut dengan “Malaga Batukar”. Malaga dalam bahasa Berau asli artinya adalah mengajak, sementara Batukar adalah kependekan dari Batu karang. Sehingga “Malaga Batukar” berarti mengajak masyarakat pesisir untuk memelihara karang demi keberlangsungan hidup mereka yang lebih baik.

Dalam program Malaga Batukar itu DKP Kabupaten Berau memutuskan untuk menggandeng PROFAUNA yang aktif melakukan kegiatan edukasi dan kampanye penyu di Berau. Adapun ranah kegiatannya meliputi bidang pengawasan dan edukasi.

Edukasi yang baru dilaksanakan akhir-akhir ini adalah di SMAN 8 .Biduk-Biduk pada tanggal 17 Oktober  2016 yang diikuti oleh 36 siswa-siswi. Eukasi berikutnya bertempat di SMAN 10 Kecamatan Batuputih pada tanggal 18 Oktober 2016 yang diikuti oleh 27 siswa-siswi

img-20161017-wa0006

Dalam edukasi tersebut, PROFAUNA presentasi tentang konservasi kelautan, memutar film konservasi penyu dan pembagian gratis booklet konservasi penyu “ready to go”. Pelajar yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi yang belum pernah mereka alami sebelumnya itu.

Hal yang mengejutkan dalam kunjungan edukasi tersebut, terkuak informasi sebanyak 20 siswa dari 37 siswa SMAN 8 Biduk-Biduk pernah atau rutin memakan daging penyu. Sementara untuk SMAN 1 Batupuih, itu 14 dari 27 siswa juga mengaku pernah memakan daging penyu.

“Melihat hasil kuisoner yang disebar PROFAUNA dalam edukasi tersebut menunjukan bahwa konsumsi daging dan telur penyu masih tinggi di daerah pesisir Berau, sehingga ini akan mendorong PROFAUNA untuk lebih gencar melakukan edukasi dan kampanye”, kata Bayu Sandi, koordinator PROFAUNA Borneo program.

Sumber: www.profauna.net

Forest Share 2

0

forest-share-2

[FOREST SHARE 2 MAIN EVENT]
HMH ‘SELVA’ ITB presents

FOREST SHARE 2
Forest Restoration : Challenges and Opportunities

SIMPOSIUM (19 November 2016, GKU I ITB Jatinangor)
1. Pengelolaan Restorasi Hutan Gambut
2. Restorasi Hutan dari Berbagai Praktisi
3. Talkshow Restorasi Hutan berbasis Masyarakat

FOREST EXPO (19 November 2016, GKU I ITB Jatinangor)

FIELD TRIP (20 November 2016, Taman Buru Masigit Kareumbi)
Restorasi Wali Pohon oleh Pengelola TBMK

Seru banget kan! Pastikan kalian mendapat informasi yang up-to-date tentang
praktik restorasi hutan hanya di Forest Share 2! Dan jangan lupa, acara ini
GRATIS lho dan khusus dipersembahkan untuk mahasiswa bidang kehutanan dan
biologi! Konfirmasikan kehadiranmu di bit.ly/konfirmasikehadiranFS2ITB.
Batas konfirmasi kehadiran tanggal 23 Oktober 2016

Untuk informasi lebih lanjut, kontak kami di
Email : forestshareitb@gmail.com
Facebook : Forest Share ITB
Instagram : @forestshareitb
Line OA : bit.ly/hmhselvai

Boleh Ikut Kursus Bahasa Inggris, Bayarnya Pakai Sampah Ya..

0
Memilah sampah dengan melibatkan anak-anak dari usia dini. Foto: Ebed de Rosary
Memilah sampah dengan melibatkan anak-anak dari usia dini. Foto: Ebed de Rosary
Memilah sampah dengan melibatkan anak-anak dari usia dini. Foto: Ebed de Rosary

Persoalan sampah plastik sejak dulu menjadi persoalan utama peradaban. Sampah plastik yang bertambah banyak, produksi plastik yang berlebih dan sikap masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan membuat sampah plastik bertebaran dimana-mana.

Lingkungan yang bebas sampah tampaknya menjadi impian dari Nando Watu, anak muda peduli lingkungan asal Desa Detusoko, Kabupaten Ende. Nando yang juga alumnus dari Miami Dade College di Florida USA sekarang menetap di Ende.

Dia merasa bahwa kepedulian tentang lingkungan bebas sampah harus dimulai dari anak muda. Kaum muda diharapkan menjadi contoh dan pelopor dalam keluarga, agen kebersihan dari tingkat desa untuk perlahan mengubah cara berpikir warga dan melaksanakan aksi pemanfaatan kembali sampah untuk keperluan harian.

Untuk itulah ia lalu membuat komunitas Remaja Mandiri Community (RMC), yang peduli lingkungan agar bebas sampah, khususnya sampah plastik di Desa Detusoko, desa asalnya.

Bagi Nando, Flores memiliki keindahan alam dan budaya, namun tak dipungkiri plastik di mana-mana, sampah berserakan. Pemahaman warga masyarakat pun masih sangat minim terkait dampak lingkungan atau pengolahan kembali sampah.

Menurutnya, sikap dapat ditumbuhkan dari perubahan mental yang dapat ditularkan lewat berbagi pengetahuan (sharing knowledge) dan pengalaman langsung. Demikian pula pola hidup dapat ditumbuhkan jika telah menjadi suatu kebiasaan.

Nando beserta komunitasnya lalu mencoba lewat cara yang unik. Di sekretariatnya, mereka memiliki program kursus belajar bahasa Inggris bagi anak-anak usia SD, SMP hingga SMA.

Untuk ikut kursus, mereka tidak memungut biaya, tetapi sebagai gantinya peserta wajib mengumpulkan sampah yang mereka kumpulkan selama seminggu untuk kemudian dibawa saat mengikuti kursus. Secara kolektif, sampah itu kemudian dipilah dan dijual secara kolektif ke bank sampah Ende setelah volumenya dianggap telah mencukupi.

“Para peserta yang ingin belajar bahasa Inggris atau yang mau meminjamkan buku-buku bacaan di sekretariat RMC wajib membayarnya dengan sampah,” sebut Nando kepada Mongabay Indonesia (05/09) di Detusoko.

Menurutnya hal ini kemudian menimbulkan nilai positif, yaitu kesadaran kepada anak-anak muda yang ada. Mereka lalu mulai tergugah menjaga kebersihan di seputaran desa mereka. Termasuk memunguti sampah di berbagai tempat keramaian di Detusoko. Lingkungan menjad bersih, mereka pun dapat belajar bahasa asing.

Anak-anak SMA sedang belajar cara memanfaatkan limbah plastik sampah sebagai bahan berguna. Foto: Ebed de Rosary
Anak-anak SMA sedang belajar cara memanfaatkan limbah plastik sampah sebagai bahan berguna. Foto: Ebed de Rosary

Dukung Destinasi Wisata yang Bebas Sampah Plastik

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, Desa Detusoko memang harus bebas dari sampah agar dapat membuat turis betah tinggal di sini.

Lewat momen internasional balap sepeda, Tour de Flores yang menyinggahi desa ini, RMC bersama sekitar 200 anak muda paroki St. Yoseph Detusoko melakukan kampanye gerakan moral “Say no to Plastic” untuk mendukung Flores sebagai daerah destinasi yang ramah lingkungan. Tujuannya jangka panjangnya agar seluruh Flores dapat bebas sampah plastik pada tahun 2025.

Sebagai bukti dukungan, seribu tandatangan pun dibubuhkan oleh anak-anak bersama para pebalap sepeda dan team touring. Puncak acara itu dikemas dalam momenDetusuko Youth Camp.

Dalam kesempatan ini komunitas RMC menggandeng Dinas Pertamanan dan Kebersihan Ende mengadakan kegiatan pelatihan teknologi pengolahan sampah. Peserta yang hadir diajarkan bagaimana mengolah sampah plastik menjadi kerajinan tangan, serta cara pengolahan sampah menjadi pupuk organik.

Gaspar Kozi dari Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Ende amat mengapresiasi acara ini. Menurutnya, gerakan “Say no to Plastic” ini merupakan gerakan yang amat kreatif dari anak muda dan harus terus didukung.

“Mari kita mulai sekarang bersama menjalankan kebersihan sampah di sekitar lingkungan kita,” jelasnya.

Sumber: www.mongabay.co.id

UPACARA PENUTUPAN PENDIDIKAN DASAR WANADRI 2016

0

UPACARA PENUTUPAN
PENDIDIKAN DASAR WANADRI 2016

Minggu, 28 Agustus 2016. Pagi tadi, Hujan rintik di Situ Lembang menjadi saksi sejarah yang akan selalu dikenang bagi 98 siswa yang telah berhasil menyelesaikan Pendidikan Dasar Wanadri 2016.

Dengan segala kerendahan hati, kami ucapkan terima kasih kepada undangan dan komponen upacara atas partisipasi dan kehadirannya.

Kepada pihak-pihak yang sudah membantu baik tenaga maupun materi, Kami ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dan bantuannya, hingga kami dapat menyelesaikan seluruh rangkaian Pendidikan Dasar Wanadri 2016 dengan baik.

Selamat datang saudaraku Wanadri Muda, adik-adik TAPAK BARA dan BARA RIMBA.
WANADRI!!

14125663_1173231456031157_5429022638477869934_o

 

14102945_1173231446031158_2087532247918671955_o

 

14102889_1173231426031160_6447034048543447710_o

 

14188529_1173231556031147_7177588513990667239_o

 

14102804_1173231809364455_7589916573065578924_o

 

14125769_1173231742697795_2732127419438488458_o

 

14188647_1173231822697787_292520105163148138_o

 

14138042_1173231869364449_7123590472641482813_o

 

Sumber: Facebook Pendidikan Dasar Wanadri

Selamat Datang – Anggota Muda Wanadri 2016

0
Selamat Datang - Anggota Muda Wanadri 2016
Selamat Datang – Anggota Muda Wanadri 2016

Wali Pohon - MDC Wanadri

0FansLike
815FollowersFollow
4,673SubscribersSubscribe

Podcasts

Latest sermons

Block title