10 Cara KLHK Kelola Kawasan Konservasi

Kawasan konservasi Raja Ampat, Papua. (Foto salampapua.com/istimewa).

Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) punya 10 cara untuk mengelola kawasan konservasi. Apa saja?

Dikutip dari bisnis.com, berikut pemaparan Direktur Kawasan Konservasi Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Dyah Murtiningsih seturut arahan dari Dirjen KSDAE Wiratno, Senin (11/3/2019).

  1. Masyarakat sebagai subjek. Jadi, masyarakat itu diposisikan sebagai subjek atau pelaku utama dalam berbagai model pengelolaan kawasan.
  2. Mengelola kawasan konservasi harus mempertimbangkan prinsip-prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia.
  3. Kerja sama lintas eselon 1 di Kementerian LHK.
  4. Kerja sama lintas kementerian/ lembaga terkait seperti dengan Kementerian Desa, Kementerian Pariwisata, dan sebagainya.
  5. Penghormatan nilai budaya dan adat.
  6. Kepemimpinan multilevel. Cara ini mensyaratkan kemampuan leadership dengan dukungan manajemen di semua level mulai dari pusat sampai tingkat tapak.
  7. Cara baru mengelola kawasan konservasi harus berdasarkan pengambilan keputusan berbasis sains di mana data dan informasinya harus riil, tidak palsu dan berasal dari fakta lapangan.
  8. Pengelolaan berbasis resor.
  9. Penghargaan dan pendampingan.
  10. Organisasi pembelajar atau learning organization. (iar)*

Leave a Reply