Artikel KemanusiaanArtikel Lingkungan

19 Juta Liter Air Telah Dihabiskan untuk Atasi Karhutla Riau

Kebakaran terjadi tidak jauh dari area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/2). – Antara/FB Anggoro

Pekanbaru – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger mengatakan bahwa penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  di Riau telah menghabiskan total 19 juta liter air sepanjang tahun ini.

“Penanggulangan karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh tim darat dan udara,” kata Edwar, Senin (15/4/2019), dikutip dari bisnis.com.

Dikatakannya, operasi oleh Satgas Udara juga terus menerus dilakukan seoptimal mungkin dengan pengeboman air. Operasi pengeboman air, kata dia, selama ini menggunakan delapan unit helikopter untuk mengatasi titik-titik api yang tersebar di Riau dan telah menghabiskan jutaan liter air.

“Total menghabiskan 19 juta liter air sepanjang 2019 ini,” katanya.

Operasi bom air tersebut, kata dia mengimbuhkan, menggunakan dua helikopter utama yaitu model Kamov KA-32 dan Mi8-MTV. Keduanya menjadi andalan Satgas Udara Karhutla dalam membantu mengatasi sebaran titik api di Riau sepanjang 2019.

Selain dua helikopter tersebut, helikopter lain juga dikerahkan seperti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI hingga pihak swasta.

Satuan tugas karhutla Provinsi Riau menyatakan lebih dari 2.900 hektare terbakar yang meliputi sejumlah wilayah di 12 kota/ kabupaten di Riau. Kebakaran terparah dan menjadi penyumbang karhutla terluas di provinsi tersebut terjadi di wilayah pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Meranti, dan Siak. (iar)*