Artikel Lingkungan

90 Hiu Mati Mendadak di Karimunjawa

Sebagian bangkai hiu yang ditemukan mati mendadak di karamba di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa. (Dok Balai Taman Nasional Karimunjawa).

Jepara – Sedikitnya 90 ekor hiu yang dipelihara di karamba Pulau Menjangan Besar Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah mati mendadak.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kematian massal hiu yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Karimunjawa. Pengelola karamba telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Di sisi lain, kasus ini disorot Balai Taman Nasional Laut Karimunjawa (BTNLK). Sebabnya, kegiatan di karamba tersebut dinilai melanggar aturan dan aktivitas di sana diminta untuk dihentikan.

Minarno, penanggung jawab karamba di Pulau Menjangan Besar mengatakan, selain hiu ada beberapa jenis ikan lain yang mati seperti kerapu dan badong.

“Kami telah melaporkan peristiwa itu kepada polisi,” ujar Minarno, Selasa (19/3/2019), dikutip dari suaramerdeka.com. Minarno mengungkapkan, hiu yang mati lebih dari 90 ekor. Jika dijumlah dengan kerapu dan badong mencapai 120 ekor.

“Kami belum tahu penyebabnya,” ucap Minarno lagi. Akan tetapi, pihaknya mengaku sudah mengirim sampel daging hiu yang mati dan air keramba ke sebuah laboratorium di Wates, Yogyakarta. Diperlukan sedikitnya dua pekan untuk memperoleh hasil dari tes tersebut.

Kepala BTNLK Agung Prabowo dalam siaran persnya menyebut, pihaknya menerima informasi tentang kematian mendadak hiu itu pada 12 Maret 2019 lalu. Agung mengatakan, usaha karamba tersebut berada di zona budi daya BTNLK dan kini aktivitasnya dihentikan.

Dari pengecekan di lokasi, didapati air di karamba terlihat kekuning-kuningan. Sebelumnya, ada dua ekor hiu yang sekarat tetapi bisa diselamatkan dengan cara dipindah ke karamba lain. Sedangkan bangkai hiu dan ikan lain dimusnahkan dengan cara dibakar. (iar)*