ArtikelArtikel Kemanusiaan

Wanadri Turunkan Tim di Siaga Banjir Jabodetabek

Bandung.- Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri menurunkan tim pada operasi Siaga Banjir Jabodetabek, Rabu (1-1-2020). Tim sudah langsung turun ke lapangan sejak banjir menerjang daerah-daerah di Jabodetabek.
Tim Wanadri yang diturunkan adalah:
Tim 1: Otek, Teguh Waspada, Sapi’i, Risko, Jodi, Haris, Derry, Alfi, Rangga, Bangkit yang berposko operasi di Jati Asih Bekasi. Kekuatan: 2 unit Perahu + APD ORAD dan 1 unit transportasi.
Tim 2: Indra, Imam, Ibam, leman, Ujang, Anton yang pada Rabu bergerak menuju Green Vil Kebun Jeruk
Dengan kekuatan 1 unit Perahu + Apd ORAD.
Tim Standby Kodal C22: Joni, Purba, Wulan, Nita, Bang Ulil , dan Yalisa (Bogor).
Ketua Lapangan Tim dipercayakan kepada Teguh Waspada dan Pusat Pengendali C22 kepada Agustian.
“Saudara-saudaraku yang ingin memberikan bantuan dan donasi untuk mendukung keberlangsungan operasi ini dapat melalui rekening Wanadri di Bank Mandiri dengan nomor rekening
Mandiri 1310-00978-4663,” ujar Ketua Dewan Pengurus, Rafi Respati (W-1051 Topan Rimba).
Adapun yang ingin menyalurkan bantuan berupa barang dapat dikumpulkan di Sekretariat Wanadri Perwakilan Jakarta Gor Soemantri Brojonegoro C-22 (diutamakan makanan instan dan obat-obatan).
Konfirmasi penyaluran bantuan melalui Kabid II Operasi DPW XXVI Agustian Maulana (0821-1767-2567).

Selain itu, Rafi juga menginformasikan bahwa Pengurus Wanadri sudah mengikuti Rapat Koordinasi BNPB yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Doni Monardo, Kamis (2-1-2020), Dari rapat koordinasi tersebut diperoleh informasi bahwa kebutuhan penanggulangan banjir Jabodetabek adalah:
134 perahu karet, 2700 personel yang terdiri dari 536 anggota Tim Reaksi Cepat, 804 Tim Evakuasi, dan 1340 tim Dapur Umum.
Peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan adalah alat penerangan, makanan, tali, terpal, genset, serta obat-obatan. Informasi tentang korban jiwa masih belum simpag-siur. Dari Kalak BPBD yang beroperasi di 300-an titik pengungsian di 149 kelurahan, jumlah korban meninggal dunia adalah 9 orang, sedangkan dari Kementerian Kesehatan diinformasikan 18 orang meninggal dunia yaitu 3 orang di DKI, 4 orang di Depok, dan 11 orang di Bogor. Sementara itu data dari Kemterian Sosial yang dikutip dari merdeka.com menyebutkan 21 orang meninggal dunia.*

Comment here