Artikel Kemanusiaan

Beginilah Wajah PT PBR di Benjina, Kepulauan Aru

Gedung PBR
Irwanto Iskandar – Kompleks PT. Pusaka Benjina Resources di Benjina, Kabupaten Kepulauan ARU

MDC Wanadri – Beberapa bulan terakhir ini, gebrakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, cukup menggetarkan. “Illegal fishing” yang berujung dengan penenggelaman kapal-kapal ikan berbendera negara asing, menyeret ke pengadilan, hingga terakhir ini menyangkut diketemukannya tindakan pelanggaran hak-hak asasi manusia.

Kapal Nelayan
Irwanto Iskandar – Kapal-kapal ikan berbendera Indonesia dengan para ABK yang kebanyakan berkebangsaan Thailand, Birma, Kamboja sedang sandar di Dermaga PT. PBR, Benjina, Kepulauan ARU

Informasi mengenai adanya kasus perbudakan diketahui Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, setelah membaca laporan investigasi media asing, Associated Press (AP) berjudul “AP Investigation: Are slaves catching the fish you buy?” Kejadiannya berlangsung di PT. Pusaka Benjina Resources yang berlokasi di Benjina, Kabupaten Kepulauan ARU, Maluku.

Kapal Penampung
Irwanto Iskandar – Kapal penampung ikan dari Thailand yang datang sekitar 7-10 hari sekali ke Benjina, Kepulauan ARU

Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara (E-GDN), Wanadri-Rumah Nusantara, awal tahun 2010 yang lalu sempat menyinggahi perusahaan ini dalam rangka penjelajahan dan pendataan 8 Pulau Terdepan yang ada di Kepulauan Aru. Kapal E-GDN Phinisi Cinta Laut bahkan sempat menumpang sandar di dermaga PT. PBR selama beberapa hari.

Landasan
Irwanto Iskandar – “Airstrip” yang ada di bagian belakang kompleks PT. PBR, Benjina, Kepulauan ARU