Artikel Kemanusiaan

Bencana Alam di Indonesia Meningkat pada Tahun 2019

Situasi Kota Palu yang porak poranda akibat bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sepanjang Januari-Maret 2019 tercatat telah terjadi 1.107 bencana di berbagai daerah di Indonesia. (Dok. Humas Ditjen Bina Marga Kemen PUPR).

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan selama triwulan pertama tahun 2019 yakni Januari-Maret, jumlah bencana alam di Indonesia lebih banyak ketimbang tahun 2018 pada kurun yang sama.

Sepanjang Januari-Maret 2019 tercatat telah terjadi lebih dari seribu bencana di berbagai daerah.

“Selama bulan Januari hingga Maret 2019 telah terjadi 1.107 bencana yang menyebabkan 375 orang meninggal dan hilang, 1.340 luka-luka dan 850.772 orang mengungsi dan terdampak,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo di Gedung BNPB di Jakarta Timur, akhir Maret lalu.

Dikutip dari Kompas, seturut data BNPB Sutopo mengatakan, korban meninggal dan hilang pada tahun 2018 karena bencana alam sebanyak 100 orang dari total 836 bencana. Awal tahun ini, kata dia, total bencana alam sudah memecahkan rekor tahun sebelumnya.

Kata Sutopo menjelaskan, pada awal tahun ini juga bencana yang paling mematikan adalah banjir dan tanah longsor. Dua jenis bencana alam tersebut yang paling banyak menelan korban jiwa jika dibandingkan dengan kejadian bencana tahun 2017 dan 2018.

“Bencana yang paling banyak memakan korban adalah banjir bandang di Sulawesi Selatan dan di Sentani. Itu karena banjir di sana disertai tanah longsor,” kata Sutopo.

Akan tetapi, masih kata dia, jika dilihat dari tingkat provinsi, maka provinsi di Pulau Jawa menjadi wilayah yang paling banyak terkena bencana awal tahun ini. Tercatat, di Jawa Tengah ada 356 kejadian, Jawa Timur 204 kejadian, dan Jawa Barat 173 kejadian. Sementara di luar Pulau Jawa, yakni di Sulawesi 59 kejadian dan Aceh 34 Kejadian.

“Selain tingkat provinsi, BNPB juga mencatat ada lima kabupaten/ kota di Pulau Jawa yang terbanyak terdampak awal tahun ini. Di Kota Semarang sebanyak 32 kejadian, Temanggung 29 kejadian, Jepara 28 kejadian, Sukabumi 28 kejadian dan Banyumas 22 kejadian. Jawa masih paling banyak terdampak,” kata Sutopo. (iar)*

Comment here