Artikel LingkunganArtikel Penjelajahan

Bersih-bersih di Everest Hasilkan 11 Ton Sampah dan 4 Jasad Pendaki

Aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan pendaki Sherpa di Gunung Everest, Nepal, tahun 2010 lalu. Baru-baru ini otoritas Nepal telah mengangkut 11 ton sampah dan 4 jasad pendaki. Sebagian lereng Everest dipenuhi kotoran manusia, botol bekas oksigen, robekan tenda, tali hingga kantung plastik. (Foto: AFP)*

Kathmandu – Ekspedisi pembersihan Gunung Everest yang digelar pemerintah Nepal baru-baru ini berhasil mengumpulkan dan mengangkut 11 ton sampah dan 4 jasad pendaki.

Tim ekspedisi yang kembali dari gunung dengan ketinggian 8.848 mdpl itu melaporkan, sebagian lereng Everest dipenuhi kotoran manusia, botol bekas oksigen, robekan tenda, tali, kantung plastik, dan masih banyak lagi. Otoritas setempat menilai temuan tersebut sebagai hal memalukan bagi sebuah negara yang beroleh pemasukan yang cukup besar dari pendakian Gunung Everest.

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (6/6/2019), sebagian dari sampah tersebut diterbangkan ke ibukota Kathmandu untuk diserahkan kepada pihak pendaur ulang sampah pada Rabu (5/6/2019) sekaligus mengakhiri ekspedisi pembersihan tersebut.

Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Nepal Dandu Raj Ghimire mengatakan, tim yang terdiri dari 20 pendaki Sherpa telah mengumpulkan 5 ton sampah pada April dan Mei dari berbagai lokasi kamp dan 6 ton lainnya dari area bawah kamp.

“Sayangnya, beberapa sampah yang dikumpulkan di South Col, jalur pendakian selatan, tidak dapat diturunkan karena cuaca buruk,” kata Ghimire, Rabu (5/6/2019).

Sementara 4 jenazah yang turut dibawa turun ditemukan secara tak sengaja ketika salju mencair, tak jauh dari basecamp. Kata dia, keempat jenazah tersebut diterbangkan ke rumah sakit di Kathmandu untuk proses identifikasi.

Kata Ghimire mengimbuhkan, pendaki yang berjuang untuk turun gunung kerap kesulitan membawa jasad rekan setimnya yang meninggal sehingga terpaksa ditinggalkan di sepanjang jalur pendakian.

Secara keseluruhan, pejabat setempat menilai ekspedisi telah berhasil mengemban misi. Meskipun, diakuinya, masih banyak sampah yang harus dikumpulkan di sepanjang area pendakian Gunung Everest karena tertutup salju.

Ghimire belum dapat memastikan berapa banyak sampah yang tersisa. Namun, pihaknya memperkirakan sampah kemungkinan besar tersebar di kamp 2 dan 3 karena kedua lokasi tersebut kerap menjadi tempat beristirahat pendaki di antara basecamp dan puncak. (iar)*