Artikel Lingkungan

BKSDA Bengkulu-Lampung Rawat Seekor Kukang Liar dari Warga

Ilustrasi – Petugas BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Banten mengamankan Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) yang disita dari warga di Serang, Banten, Rabu (17/10/2018). (Asep Fathulrahman/hp.)

Bengkulu – Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Bengkulu-Lampung di Kabupaten Rejang Lebong, saat ini tengah merawat seekor primata dilindungi jenis kukang yang diserahkan warga.

“Saat ini sedang dilakukan perawatan guna memulihkan lukanya. Kukang ini diserahkan oleh warga Kelurahan Kampung Jawa setelah ditangkap karena berkeliaran untuk mencari makan di wilayah itu,” tutur Kepala Unit Polisi Hutan BKSDA Wilayah I Bengkulu-Lampung Reza Al Fitriansyah di Rejang Lebong, Rabu (13/3/2019).

Sebagaimana dikutip dari Antara, kata Reza menjelaskan, kukang yang diserahkan warga itu dalam kondisi mengalami luka di bagian paha kiri. Pihaknya akan melakukan perawatan hingga satu bulan ke depan guna menyembuhkan lukanya. Setelah sembuh, kukang akan dilepasliarkan kembali di habitatnya.

Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, Reza mengatakan, kukang dewasa yang belum diketahui usia dan jenis kelaminnya itu masih tergolong liar. Hal tersebut, kata dia, bisa dilihat dari perilaku, gigi, dan kukunya yang masih tajam.

Lebih jauh Reza menuturkan, sejauh ini kasus penemuan kukang yang masuk ke permukiman penduduk sudah sering terjadi sejak beberapa tahun ke belakang. Ini disebabkan habitat kukang di Kabupaten Rejang Lebong terus berkurang karena perkembangan penduduk. Habitat kukang biasanya berada di hutan. Namun, seringkali ditemukan juga di perkebunan warga dan hutan bambu.

Reza mengimbau warga untuk tidak memperdagangkan kukang. Jika ada yang memelihara agar segera menyerahkannya kepada petugas BKSDA. Sebabnya, kukang termasuk satwa dilindungi sesuai dengan UU No. 5/1990, Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya, di mana ancaman hukumannya bisa mencapai lima tahun penjara. (iar)*