ArtikelArtikel Lingkungan

BKSDA Sumsel Rehabilitasi Harimau yang Tertangkap

Palembang,– Harimau Sumatera yang baru tertangkap oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel dan tim penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar, akan segera di rehabilitasi Dinas Kehutanan Sumsel.

Informasi yang diterima IDN Times, tim satgas penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Semendo, Kabupaten Muaraenim, Selasa (21/1) sekitar pukul 12.30 WIB berhasil mengevakuasi seekor Harimau Sumatera dengan panjang sekitar 2,5 meter dan berat ± 250 Kg. Saat ini dalam perjalanan dari Muaraenim untuk dibawa ke BKSDA Punti Kayu Palembang.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Putra Patranjito, rehabilitasi itu agar binatang buas tersebut kembali pada perilaku alaminya dalam mencari mangsa.

“Sebenarnya sifat alamiah harimau itu soliter, tidak mau bertemu dengan manusia, apalagi menyerang manusia. Rehabilitasi ini sebenarnya untuk mengembalikan perilaku aslinya harimau ini,” kata dia, saat dihubungi IDN Times, Selasa (21/1).

1. Terkait penempatan, Dinas Kehutanan masih berkoordinasi dengan BKSDA Sumsel

Putra Patranjito mengungkapkan, saat ini Dinas Kehutanan masih berkoordinasi dengan BKSDA Sumsel untuk penempatan hewan dengan nama latin, Panthera tigris sumatrae itu. Ada beberapa hutan lindung yang akan dipilih untuk menjadi penempatan sementara harimau.

“Nanti kita lihat mana lokasi yang cocok. Mungkin di sekitar Lampung atau lokasi lainnya,” ungkap dia.

2. Pemasangan box trap dan camera dipasang di lokasi yang menjadi perlintasan harimau

Patranjito menjelaskan, sebaiknya pemasangan box trap dan kamera bisa dilakukan lebih sistematis di wilayah perkebunan warga, guna mengantisipasi harimau lain yang diduga masih berkeliaran di area perkebunan.

“Selama ini kalau ada lokasi penyerangan langsung dipasang di lokasi itu. Ke depannya alat akan dipasang di lokasi yang memang jadi perlintasan harimau. Jika dirasa satu perlintasan tidak dilewati akan kita pindahkan,” jelas dia.

3. Dinas Kehutanan Sumsel tambah 55 buah camera trap sumbangan dari NGO

Patranjito mengklaim, pihaknya sudah memasang 8 unit camera trap dan 5 box trap di sejumlah titik di kawasan hutan lindung. Nantinya pemasangan camera trap akan ditambah 55 unit, bantuan dari beberapa Non Government Organization (NGO) bidang lingkungan seperti FHK 30 unit, WCS 20 unit dan ZSL 5 unit.

“Alat ini diharapkan bisa mendeteksi keberadaan harimau, agar kami bisa menyosialisasikan ke masyarakat untuk menjauhi lokasi yang terdeteksi,” tandas dia.* (Rangga Erfizal/IDN)

https://sumsel.idntimes.com/news/sumsel/muhammad-rangga-erfizal/tertangkap-di-semendo-harimau-sumatera-direhabilitasi-di-punti-kayu/full