Artikel Lingkungan

BMKG Mendeteksi 10 Titik Api di Kalimantan Utara

Ilustrasi – Petugas kepolisian memadamkan api yang menjalar membakar lahan gambut di kawasan Dumai Motor, Tanjung Palas, Dumai, Riau, Selasa (13/2/2018). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Nunukan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 10 titik api di dua wilayah di Kalimantan Utara.

Dikutip dari Antara, Jumat (1/3/2019), Prakirawan BMKG Nunukan Muhammad Taufik mengatakan bahwa pendeteksian melalui satelit tersebut mendapati sembilan titik api berada di Kabupaten Nunukan dan satu titik api di Kota Tarakan.

“Ke sepuluh titik api ini berpotensi mengkibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga patut diwaspadai dan dipantau setiap saat,” kata Taufik.

Apalagi, kata dia, saat ini Provinsi Kalimantan Utara pada umumnya tengah dilanda musim kering sehingga koordinasi antarinstansi terkait sangat diperlukan.

Taufik menjelaskan, titik api di Nunukan masing-masing terdeteksi di koordinat 117.3271 E 4.030786 N dan 117.3364 E 4.029380 N pada pukul 11.00 waktu setempat melalui Satelit Terra.

Lalu pada koordinat 117.3384 E 4.030485 N dan 117.2602 E 3.990873 N titik api terdeteksi di Kecamatan Sebuku melalui Satelit Aqua pada pukul 14.29 waktu setempat. Titik api lainnya terdeteksi pada koordinat 117.2504 E 3.989985 N dan 117.3264 E 4.019687 N, 117.3251 E dan 4.0290 100 N, 117.0059 E 3.982677 N.

Masih di Nunukan, titik api juga terdeteksi di Kecamatan Sei Menggaris pada koordinat 117.4044 E 4.2497 66 N. Sementara di Kota Tarakan terdeteksi di satu lokasi pada koordinat 117.652 E 3.393398 N pada pukul 11.35 waktu setempat. (iar)*