ArtikelArtikel Kemanusiaan

BMKG Pasang Alat Pantau Ketinggian Air di Dekat Anak Krakatau

Ilustrasi Foto/Okezone

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memasang alat pemantau ketinggian air atau sensor water level di dekat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Alat tersebut berfungsi untuk mendeteksi dini tsunami yang disebabkan oleh aktivitas tektonik maupun vulkanik. Alat semacam itu belum ada ketika tsunami menerjang wilayah Banten dan Lampung pada Desember tahun 2018 lalu.

“Alat ini telah dipasang di pulau dekat Gunung Anak Krakatau untuk memantau ketinggian air sekaligus sebagai data dalam menentukan peringatan dini bila terjadi tsunami di Selat Sunda karena gempa tektonik maupun vulkanik,” tutur Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana, Rabu (27/2/2019) dikutip dari Okezone.

Kata dia, alat tersebut dipasang di dermaga Pulau Sebesi, Lampung Selatan serta di wilayah PLTU Labuan Banten.

Kata Taufan menjelaskan, alat pemantau tersebut menggunakan sensor ultrasonik yang menghitung kecepatan dari objek yang dilepaskan. Hasil penghitungan sensor ultrasonik tadi berupa sinyal frekuensi yang bersifat stasioner untuk mengukur ketinggian permukaan air laut.

Data perekam dari alat pemantau ketinggian akan dikirimkan langsung ke server BMKG. Kemudian update setiap satu menit untuk mengetahui ketinggian air permukaan laut di wilayah tersebut.

“Pemasangan sensor ini digunakan pada AWS di 24 stasiun meteorologi maritim BMKG yang tersebar di Indonesia untuk mengukur ketinggian air di daerah sekitar pelabuhan,” katanya.

Masih kata Taufan menjelaskan, dari lokasi pengamatan akan didapat data atau nilai yang akan otomatis dikirim ke BMKG. Data di server kemudian akan diolah menjadi produk dalam bentuk grafik. Dari situlah akan terlihat jenis gelombang, apakah gelombang pasang surut atau gelombang yang lain.

“Grafik akan terlihat berbeda ketika menggambarkan gelombang pasang surut dengan tsunami. Gelombang tsunami akan terlihat signifikan dibandingkan gelombang pasang surut biasa,” kata Taufan.

Menurut dia, ada sejumlah syarat untuk memasang alat pemantau ketinggian. Salah satunya harus bisa menentukan batas minimal yang dapat dideteksi oleh sensor dalam kondisi air yang tidak boleh kering. (iar)*