Artikel Kemanusiaan

BNPB: 56 Ribu Jiwa Terdampak Bencana Banjir Samarinda

Sejumlah warga duduk di atas ban besar yang didorong oleh relawan saat melintasi kawasan Simpang Lembuswana Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Senin (10/6/2019). Hingga Kamis (13/6/2019) tercatat 56.123 jiwa terdampak banjir tersebut. (Foto: Antara/ Kirana Larasati)*

Samarinda – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data terkini korban bencana banjir di Kota Samarinda Kalimantan Timur. Hingga Kamis (13/6/2019) tercatat lebih dari 56 ribu warga Samarinda terdampak banjir yang terjadi sejak pekan lalu.

“Jumlah warga terdampak banjir di Samarinda per 13 Juni 2019 sebanyak 17.485 kepala keluarga atau 56.123 jiwa,” kata Kepala Subdit Pengembalian Hak Pengungsi Kedeputian Penanganan Darurat BNPB Budhi Erwanto, Jumat (14/6/2019).

Dikutip dari republika.co.id, Budhi merinci, korban terdampak di Kecamatan Samarinda Utara meliputi empat kelurahan, yaitu Kelurahan Sempaja Timur 9.153 jiwa, Kelurahan Sempaja Selatan 3.985 jiwa, Kelurahan Sempaja Utara 2.511 jiwa, dan Kelurahan Lempake 57 jiwa dengan total 4.659 kepala keluarga.

Selanjutnya di lima kelurahan di Kecamatan Sungai Pinang yaitu  Kelurahan Gunung Lingai 4.370 jiwa, Kelurahan Temindung Permai 14.237 jiwa, Kelurahan Sungai Pinang Dalam 2.642 jiwa, Kelurahan Bandara 11.104 jiwa, dan Kelurahan Mugirejo 373 jiwa.

Sementara di Kecamatan Samarinda Ulu, banjir melanda dua kelurahan yakni Kelurahan Sidodadi dengan korban 4.200 jiwa dan Kelurahan Bukit Pinang 1.838 jiwa. Di Kelurahan Pelita Kecamatan Samarinda Ilir tercatat korban terdampak 1.612 jiwa dan di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang 41 jiwa.

Budhi mengatakan, sehari sebelumnya yaitu Rabu (12/6/2019) malam, jumlah pengungsi sudah mencapai 13.658 kepala keluarga atau 39.474 jiwa.

Dilaporkannya, saat ini intensitas hujan di Samarinda mulai menurun dan ketinggian air berangsur surut antara 30-50 centimeter. Sebagian masyarakat mulai kembali beraktivitas meski dengan segala keterbatasan. Sementara akses jalan yang sempat lumpuh, sebagian sudah bisa dilalui kembali.

Hingga saat ini, petugas gabungan dari BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda dan BPBD Kalimantan Timur bersama TNI/ Polri dibantu para relawan telah melakukan evakuasi dan distribusi logistik kepada warga terdampak. Kata Budhi, kebutuhan mendesak lainnya adalah perahu karet, obat-obatan, alat kebersihan, dan karbol. (iar)*