Artikel Penjelajahan

BTNGMb Lakukan Pemeliharaan Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo. Balai BTNGMb tengah melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalur pendakian Gunung Merbabu di semua jalur resmi dengan melibatkan berbagai pihak sebelum kembali dibuka pada Jumat (21/6/2019) mendatang. (Foto: pagguci.com)*

Boyolali – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) tengah melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalur pendakian Gunung Merbabu sebelum kembali dibuka pada Jumat (21/6/2019) mendatang. Pemeliharaan dilakukan pascalibur Lebaran yakni mulai Selasa (11/6/2019).

Seluruh jalur pendakian resmi ke gunung dengan ketinggian 3.142 mdpl ini diperbaiki dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Sebelumnya, jalur pendakian ditutup sementara selama sebulan mulai 20 Mei 2019 hingga 20 Juni 2019.

Kasubag TU BTNGMb Johan Setiawan mengatakan bahwa penutupan sementara dilakukan lantaran kondisi jalur banyak yang rusak dan longsor serta sebagian mesti dibuat jalur baru.

Gunung Merbabu yang terletak di Jawa Tengah, saat ini punya lima jalur pendakian resmi mencakup Selo di Kabupaten Boyolali, Kopeng Cunthel dan Kopeng Thekelan di Kabupaten Semarang, Suwanting dan Wekas di Kabupaten Magelang.

Dikutip dari akun resmi Instagram @tngunungmerbabu_official, hingga Sabtu (15/6/2019), pemeliharaan dan perbaikan jalur pendakian via Selo sudah mencapai Pos 3 Watu Tulis. Kegiatan melibatkan Polhut dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Resort Selo dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MPP) Selo, Kelompok Pencinta Alam (KPA) Rajawali serta relawan dari Ungaran.

Di jalur Wekas, pemeliharaan jalur dilakukan bersama SAR Semesta Pakis, SAR Kota Magelang dan Garda Rescue Kota Magelang. “Perbaikan di jalur tersebut dilakukan untuk memperbaiki tangga yang sudah hancur. “Nanti kami akan bikin lagi undakan yang baru di jalur itu,” katanya, dikutip dari jawapos.com.

Sementara di Thekelan, pemeliharaan dilakukan dengan pembuatan atau pengalihan dari Pos 2 karena di jalur lama terjadi longsor dan tidak dapat diperbaiki. Di jalur Suwanting juga hingga saat ini masih dilakukan pemeliharaan. Sebelumnya, di jalur ini terjadi longsor sepanjang 10 meter di tepi jurang. (Iar)*