Artikel Lingkungan

Cegah Macan Teror Warga, Tiga Kawasan di Ciamis Diusulkan Jadi Hutan Konservasi

Macan tutul di Ciamis yang pernah terkena perangkap warga. (detik.com/Foto: Istimewa)

Ciamis – Sering munculnya macan di permukiman dan meneror warga di Kabupaten Ciamis Jawa Barat, tiga kawasan diusulkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis menjadi hutan konservasi. Ketiga kawasan tersebut adalah Gunung Sawal yang memiliki suaka margasatwa, Gunung Madati dan Gunung Geger Bentang.

“Kita sudah memutuskan dan masuk dalam rencana tata ruang wilayah bahwa wilayah Gunung Sawal, Madati, dan Geger Bentang ditetapkan dan segera diusulkan jadi hutan konservasi dan atau hutan lindung atau taman hutan raya,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana, Jumat (8/3/2019) dikutip dari detik.com.

Saat ini, hutan negara tersebut dikuasai Perhutani dan dimanfaatkan sebagai hutan produksi.

Ketika hutan Gunung Sawal tetap jadi hutan produksi, kata Nanang menjelaskan, banyak hewan di suaka margasatwa turun gunung dan mendatangi permukiman. Terutama macan yang diketahui sering turun meneror warga di kaki Gunung Sawal. Hal ini terjadi lantaran terganggunya ekosistem dan terputusnya rantai makanan.

Kejadian terbaru pada 28 September 2018 lalu, sekor macan tutul yang turun gunung terkena perangkap yang dipasang warga Dusun/ Desa Cikupa Kecamatan Lumbung. Macan tersebut sempat meneror warga setempat selama tiga bulan terakhir.

“Kan tidak ada buah pinus dimakan monyet. Juga tidak ada daun pinus dimakan kijang. Monyet tidak ada, kijang tidak ada, macan tidak ada makanannya sehingga rantai makanan terputus. Lalu hewan itu turun ke permukiman warga untuk mencari makan,” tutur Nanang.

Macan yang turun gunung kerap memangsa ternak milik warga. Kasus macan meneror warga konon hampir terjadi setiap tahun terutama saat musim kemarau.

Untuk mewujudkan usulan itu, pihak DPRD Kabupaten Ciamis mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hasil komunikasi tersebut, kata Nanang, pihak KLHK siap memproses tiga kawasan itu jadi hutan konservasi.

“Menunggu usulan dari kita. Kita sudah menetapkan dan kemudian kita memohon rekomendasi ke Gubernur Jawa Barat untuk diajukan,” ujar Nanang. (iar)*