Artikel Lingkungan

Ditjen KSDAE Melepasliarkan 8 Kasuari Sitaan

Kasuari gelambir ganda saat berada di kandang sebelum dilepasliarkan di Hutan Iwawa, Kampung Nayaro, Mimika, Papua, Rabu (20/2/2019)(KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRA).

Mimika – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) bekerja sama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN), PT Freeport Indonesia, Multi Stakeholders Forum Mimika, Usaid Lestari, Pemkab Mimika dan masyarakat melepasliarkan delapan ekor burung kasuari di Hutan Iwawa Kabupaten Nayaro Mimika Papua, Rabu (20/2/2019).

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Drh. Indra Exploitasia mengatakan dengan melepasliarkan kasuari gelambir ganda ini ke alamnya, maka diharapkan dapat meningkatkan populasi kasuari di Papua.

“Namun, tentu peran masyarakat juga dibutuhkan. Selain itu, kolaborasi berbagai pihak terutama masyarakat adat yang ada di sekitar kawasan hutan dalam upaya membangun perlindungan keanekaragaman hayati di Indoneseia,” kata Indra, dikutip dari Kompas.

Sementara Kepala BBKSDA Papua Edward Sembiring mengatakan, Hutan Iwawa merupakan wilayah sakral dari masyarakat adat Kampung Nayaro dari kepemilikan marga Mifaro, dan secara umum marga Tapura atau marga Tumua Mirimu sehingga masyarakat kampung itu tidak melakukan pemanfaatan hasil hutan tersebut.

“Selain itu, masyarakat mitra Polhut Kampung Nayaro yang merupakan binaan dari cabang Dinas Kehutanan Mimika akan berperan aktif dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati di Kampung Nayaro,” kata Edward.

Delapan ekor kasuari gelambir ganda yang dilepasliarkan merupakan hasil sitaan Balai Penegak Hukum dan Balai Besar KSDA Jawa Timur di Bandara Juanda pada November 2017 lalu. BBKSDA Jawa Timur bekerja sama dengan JAAN lalu mengembalikan kasuari tersebut ke Papua pada Agustus 2018.

Kasuari sitaan tak langsung dilepasliarkan. Setelah berada di Papua, BBKSDA Papua memasukkan burung langka tersebut dalam proses rehabilitasi terlebih dahulu di Isyo Hills Nimbongkrang, Jayapura, selama enam bulan.

Setelah kondisi kasuari dinyatakan sehat, baru dilepasliarkan. Lokasi pelepasliaran yakni Hutan Iwawa, Kampung Nayaro, Mimika, sebelumnya disurvei pada 13-15 Februari 2019 lalu.

Kasuari gelambir ganda merupakan satu dari tiga spesies kasuari yang ada di Papua. Pun merupakan satwa yang dilindungi Undang-Undang berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Perlindungan terhadap kasuari juga berdasarkan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi sebagaimana terakhir diubah dengan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. (Iar)*