ArtikelArtikel KemanusiaanArtikel Lingkungan

Doni Monardo Yakin Wanadri Mampu

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo merasa yakin Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri mampu mengatasi kekurangannya untuk mengelola lingkungan di Jawa Barat.

“Kondisi lingkungan Jawa Barat sudah rusak sehingga harus ditata lagi. Penataan itu tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan pemerintah . Semua pihak harus terlibat. Salah satunya adalah Wanadri yang sudah memiliki banyak sumber daya. Area ada, pengalaman ada. Yang kurang adalah pendanaan,” kata Doni dalam acara diskusi di kawasan konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) Kabupaten Bandung, Jumat (1/11/2019) malam.

Sayangnya, kata Doni menambahkan, BNPB tidak dapat membantu pengadaan dana secara langsung. “Namun, kita dapat bekerja sama dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesiapsiagaan,” ujarnya seraya menekankan bahwa Wanadri pasti bisa mengatasi kekurangan. ”Asalkan untuk kepentingan lingkungan Jawa Barat, pasti bisa!”

“Saya tidak tahu bagaimana teknisnya. Namun, saya kira Wanadri dapat bekerja sama dengan kalangan usaha seperti perbankan, perhotelan, dan sebagainya,” katanya lagi. Pelibatan para pengusaha industri yang memanfaatkan air Citarum dan Citarik, figur  publik, dan media juga penting dalam upaya penggalangan dana. “Kalau perlu undang pakar dalam bidang pengumpulan dana!”

Manajer Tim Pengelola Kawasan TBMK, Sandyakala Ning Tyas (Kang Echo) menjelaskan pengelolaan Taman Buru Masigit Kareumbi kepada Kepala BNPB Doni Monardo dan rombongan di Kawasan TBMK, Jumat (1/11/2019) malam.

Sebelum diskusi di TBMK tersebut, Doni Monardo dan rombongan yang berangkat dari kantor Basarnas Bandung  pkl. 16.45 WIB, sempat melihat lahan kritis di Ds. Tegalmanggung serta melakukan safari trail plot kandang rusa 28 hektare, plot persemaian bibit tanaman hutan wali pohon

Setiba di basecamp pkl. 18.00 WIB, rombongan langsung dipandu oleh Ketua Dewan Pengurus Wanadri, Rafi Respati melihat baner paparan peran Wanadri di Citarum sejak Citarum Rally sampai keterlibatan di Citarum Harum melalui  Kembara Citarik. Kemudian, Doni dan rombongan juga mendapat penjelasan tentang pengelolaan TBMK dari Manajer Tim Pengelola TBMK, Sandyakala Ning Tyas (Kang Echo).

Di ITB

Sebelum acara diskusi di TBMK, Doni Munardo menghadiri Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion) dan Peluncuran ITB Menuju Perguruan Tinggi Tangguh Bencana di Gedung Rektorat ITB Kota Bandung Jawa Barat. Jumat (1/11/2019, yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama BNPB.

Selain untuk membangun Kampus Tangguh Bencana dan Berkelanjutan, penyelenggaraan FGD juga untuk mendapatkan masukan terkait konsep peran ITB dalam mendukung Pengurangan Risiko Bencana Nasional. “Kami berharap bahwa program ITB Menuju Perguruan Tinggi Tangguh Bencana bisa dikembangkan ke perguruan tinggi lainnya di Indonesia, bahkan untuk bangsa dan negara. Kami siap untuk terus mendukung kegiatan BNPB dalam mengurangi risiko bencana, mitigasi serta menumbuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujar Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, Rektor Institut Teknologi Bandung, seperti dikutip bnpb.go.id.

ITB telah memiliki Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) dan Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). BNPB mengharapkan ITB dapat terus mengembangkan kapasitas dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana serta mampu menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menanggulangi ancaman bencana yang ada di Jawa Barat, terutama di Bandung.

“Tidak hanya membangun kapasitas di internal ITB saja, tetapi ITB harus menjadi pelopor, menjadi motor penggerak bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun kesiapsiagaan, aktivitas mitigasi hingga pengurangan risiko bencana,” ujar Doni Monardo.*

Comment here