Enam Arahan Presiden Jokowi Antisipasi Bencana Alam

Presiden Jokowi Membuka Rakornas BNPB di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019). (Foto: Biro Pers Setpres)

Surabaya – Presiden Joko Widodo menyampaikan sedikitnya enam arahan dalam mengantisipasi potensi bencana alam di Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat membuka Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (2/2/2019) di Jawa Timur Expo, Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan semua pihak bahwa Indonesia adalah negara yang subur. Akan tetapi ada lempengan-lempengan, cincin api hingga patahan-patahan yang mesti diwaspadai. Presiden meminta agar sistem peringatan dini segera dimulai. Demikian pula dengan edukasi kebencanaan dan penanganan bencana alamnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, Jokowi memberikan arahan sekaligus membuka Rakornas.

“Dalam sambutannya presiden menyatakan forum ini sangat strategis dalam mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan kekuatan yang kami miliki untuk mengantisipasi bencana,” kata Sutopo.

Seturut pada keterangan tertulis Sutopo, berikut enam arahan yang disampaikan Presiden Jokowi seperti dikutip dari okezone.com:

Pertama, perencanaan, rancangan dan pembangunan tata ruang harus memperhatikan peta rawan bencana. Ini dalam rangka mitigasi bencana. Dengan melihat siklus bencana yang selalu berulang, lokasi bencana sering di tempat yang sama. Misalnya di NTB, daerah yang dilanda gempa pada tahun 2018 ternyata juga pernah terjadi pada tahun 1978. Gempa di Palu juga sama terjadi sebelumnya. Setiap rancangan pembangunan ke depan harus dilandaskan pada aspek-aspek pengurangan risiko bencana.

Kedua, pelibatan akademisi, pakar-pakar kebencanaan untuk meneliti, melihat, mengkaji titik mana yang sangat rawan bencana harus dilakukan secara masif. Para peneliti dan pakar harus mampu memprediksi ancaman dan mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana.

Ketiga, apabila ada kejadian bencana, maka otomatis gubernur akan menjadi komandan satgas darurat bersama Pangdam dan Kapolda menjadi wakil komandan satgas.

Keempat, pembangunan sistem peringatan dini yang terpadu berbasiskan rekomendasi dari pakar harus dipakai, termasuk hingga ke level daerah. Kepala BNPB mengkoordinasikan kementerian/lembaga terkait agar sistem peringatan dini segera terwujud dan kita pelihara dan rawat.

Kelima, lakukan edukasi kebencanaan. Harus dimulai tahun ini yang dilakukan di daerah rawan bencana kepada sekolah melalui guru dan para pemuka agama. Oleh karena itu, papan peringatan diperlukan, rute-rute evakuasi diperlukan.

Keenam, lakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur untuk mengingatkan masyarakat kita secara berkesinambungan sampai ke tingkat RW hingga RT, sehingga masyarakat betul-betul siap menghadapi bencana. (iar)*

 

https://news.okezone.com/read/2019/02/02/337/2012944/buka-rakornas-bnpb-presiden-jokowi-beri-6-arahan-antisipasi-bencana-alam

Leave a Reply