Gunung Agung (Kembali) Erupsi, Kolom Abu tidak Teramati

Asap mengepul dari kawah Gunung Agung terlihat dari kawasan Besakih, Karangasem, Bali, Senin (2/7/2018). (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Denpasar – Gunung Agung yang terletak di Karangasem Bali, kembali erupsi pada Sabtu (9/3/2019) dini hari pukul 00.47 WITA.

“Letusan terekam seismograf, durasinya tidak terlalu panjang,” kata Kepala Pos Pantau Gunung Agung Dewa Mertayasa, dikutip dari Kompas.

Seturut pada catatan seismograf pos pengamatan di Desa Rendang, kata Dewa, letusan berdurasi sekira tiga menit dengan amplitudo maksimal 21 mm. Menurut dia, saat terjadi letusan tinggi kolom abu tidak teramati karena gunung tertutup kabut.

Walau demikian, Dewa meyakini ada sinar api saat letusan. “Kalau sinar api biasanya ada kalau meletus. Tapi karena kabut jadinya tidak terlihat,” ujarnya.

Kata Dewa menambahkan, sejauh ini petugas pun belum menerima laporan adanya hujan abu di permukiman warga sekitar Gunung Agung.

Hingga saat ini, Gunung Agung berada pada status level III (siaga) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Agung, para pendaki, pengunjung maupun wisatawan agar tidak berada serta tidak melakukan pendakian atau aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius 4 Km dari kawah puncak Gunung Agung.

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan akan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan terbaru Gunung Agung. (iar)*

Leave a Reply