Artikel Kemanusiaan

Gunung Anak Krakatau Alami Aktivitas Kegempaan Tektonik dan Vulkanik

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Gunung Anak Krakatau Andi Suardi memperlihatkan catatan rekaman kegempaan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran, Lampung. Foto: Henk Widi (cendananews.com).

Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda Kabupaten Lampung Selatan kembali mengalami aktivitas kegempaan tektonik dan vulkanik dalam dua hari terakhir.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada akun twitter resminya @vulkanologi_mbg melaporkan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau periode 19-20 Februari 2019. Aktivitas kegempaan tercatat -3x gempa tektonik jauh (TJ), -1x gempa tektonik lokal (TL), -4x gempa vulkanik dalam (VA) dan -1x gempa hembusan. Secara visual gunung tertutup kabut.

Hingga saat ini, masih dalam laporan PVMBG, Gunungapi Anak Krakatau berada dalam status siaga/ level III dan radius bahaya 5 kilometer. Terkait aktivitas gunung tersebut, PVMBG mengeluarkan dua rekomendasi.

Pertama, masyarakat/ wisatawan tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah, yaitu di dalam kompleks Gunung Krakatau yang dibatasi oleh Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.

Kedua, masyarakat/ wisatawan agar menyiapkan masker untuk mengantisipasi jika terjadi hujan abu.

Dikutip dari cendananews, Rabu (20/2/2019), Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran Andi Suardi menerangkan kondisi dan cuaca di sekitar gunung tersebut. “Secara meteorologis di sekitar Gunung Anak Krakatau berada dalam kondisi cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, dan barat daya,” katanya.

Gunung berapi yang semula memiliki ketinggian 338 meter mdpl dan kini hanya 110 mdpl tersebut memiliki suhu 25-29 derajat Celcius, kelembapan udara 0-86 persen, dan tekanan udara 0-0mmHg. (iar)*

 

https://www.cendananews.com/2019/02/gunung-anak-krakatau-alami-aktivitas-kegempaan-vulkanik-dan-tektonik.html