Artikel KemanusiaanArtikel Lingkungan

Gunung Karangetang Munculkan Sinar Api

Sinar api dari kawah Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tegulandang Biaro (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (10/4/2019) malam. Senin (24/6/2019), gunung tersebut kembali memunculkan sinar api dari kawah utama dan kawah dua. (Dok. Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM)*

Manado – Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tegulandang Biaro (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara kembali memunculkan sinar api, Senin (24/6/2019).

Seturut pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sinar api tersebut muncul di kawah pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WITA.

“Di kawah utama, sinar api tampak samar-samar. Sedangkan di kawah dua sinar api tampak terang, di dalam tiang kolom asap tinggi lebih kurang 25 meter,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Senin (25/6/2019) malam, dikutip dari kompas.com.

Disampaikannya, sinar api muncul akibat suplai magma dengan volume relatif kecil yang sudah mencapai dasar puncak. Pergerakan magma ditandai terekamnya tremor kecil pada tanggal 23 Juni 2019.

Selain sinar api, kata Hendra, Gunung Karangetang terus mengeluarkan asap disertai gas. “Kawah utama mengeluarkan asap bertekanan kuat, teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter. Kawah dua juga mengeluarkan asap putih tebal dengan tekanan gas kuat tinggi lebih dari 250 meter,” tuturnya.

Kendati demikian, tingkat aktivitas Gunung Karangetang masih siaga atau level III. Pihak PVMBG mengimbau warga dan wisatawan agar tidak mendekat dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah baik kawah utama maupun kawah dua. Zona bahaya juga ditetapkan di area perluasan sektoral dari kawah dua ke barat laut-utara sejauh 4 kilometer yaitu wilayah antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang diimbau meningkatkan kesiapsiagaan akan potensi ancaman hujan lahar dan banjir bandang yang bisa mengalir hingga ke pantai.

Imbauan lainnya adalah warga sekitar dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. (iar)*

Comment here