Artikel KemanusiaanArtikel Lingkungan

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Berjarak Luncur 1.000 Meter

Gunung Merapi menyemburkan awan panas terlihat dari Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (2/3/2019). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyatakan pada Sabtu 2 Maret 2019, Gunung Merapi tercatat mengeluarkan sembilan kali awan panas dengan jarak luncur maksimum dua km ke arah Kali Gendol, sementara itu status gunung tersebut masih dalam level II atau waspada. ANTARA FOTO/Ranto Kresek/aww.

Yogyakarta – Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Rabu (10/4/2019) pukul 08.55 WIB. Awan panas guguran tersebut mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur sejauh 1.000 meter.

Hal tersebut dibenarkan Lasiman, petugas Pos Pengamatan Gunung Merapai (PGM) Kaliurang.

“Iya betul, terjadi awan panas guguran pukul 08.55 WIB. Jarak luncurnya 1.000 meter mengarah ke hulu Kali Gendol,” katanya, Rabu (10/4/2019), dikutip dari Kompas.

Seturut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, awan panas guguran tersebut berdurasi 110 detik.

Dari laporan aktivitas Gunung Merapi pengamatan pada 10 April 2019 periode pukul 06.00-12.00 WIB, BPPTKG Yogyakarta juga mencatat satu kali guguran dengan jarak 850 meter mengarah ke hulu Kali Gendol. Gempa guguran juga tercatat sebanyak 12 kali dengan amplitudo 4-70 mm dan durasi 16-84 detik.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, BPPTKG Yogyakarta menyatakan, kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan. Kecuali, untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Masyarakat dan wisatawan juga diimbau tidak beraktivitas di seputar Gunung Merapi yakni dalam radius tiga kilometer dari puncak. BPPTKG Yogyakarta hingga saat ini masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada level II atau waspada. (iar)*

Comment here