Artikel Kemanusiaan

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Status Masih Level IV

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara kembali erupsi pada pukul 7.48 WIB, Selasa (7/5/2019). Sejak Juni 2015 hingga saat ini status Gunung Sinabung berada pada level IV atau awas. Masyarakat setempat diimbau untuk menjauhi zona berbahaya. (Foto: Dok. BNPB)*

Karo – Gunungapi Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo Sumatera Utara kembali erupsi sekira 43 menit pada pukul 7.48 WIB, Selasa (7/5/2019). Saat erupsi, tinggi kolom abu vulkanik mencapai 2.000 meter dan mengarah ke wilayah timur dan tenggara gunung tersebut.

Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan, Gunung Sinabung (2.460 mdpl) kembali erupsi setelah “diam” selama kurang lebih 14 bulan. Aktivitas gunung api ini masih berada pada level IV atau awas. Sejak Juni 2015, status level IV tersebut belum ada penurunan hingga saat ini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masyarakat setempat telah memahami daerah yang berbahaya yakni daerah luncuran awan panas. Ribuan masyarakat sekitar Gunung Sinabung yang tinggal di zona merah juga telah direlokasi.

“Hujan abu vulkanik jatuh di beberapa desa sekitar Gunung Sinabung dengan cukup tebal. Masyarakat tidak panik menyikapi erupsi Gunung Sinabung karena telah banyak belajar dengan erupsi-erupsi yang berlangsung sebelumnya,” tutur Sutopo, dikutip dari detik.com.

Seturut pantauan distribusi abu vulkanik, PVMBG telah mengeluarkan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) atau notifikasi terkait aktivitas penerbangan. Notifikasi yang dikeluarkan berstatus warna oranye (orange).

“Ini berarti aktivitas gunung api berpotensi membahayakan penerbangan. VONA yang diperbaharui akan dikeluarkan apabila kondisi telah berubah secara signifikan atau perubahan status warna terjadi,” kata Sutopo menjelaskan.

Saat ini, rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG adalah masyarakat atau pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer untuk sektor utara-barat, 4 kilometer untuk sektor selatan-barat, 7 kilometer sektor selatan-tenggara, 6 kilometer sektor tenggara-timur dan radius 4 kilometer untuk sektor utara-timur.

“Di samping itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat,” kata Sutopo. (iar)*