Artikel Penjelajahan

Hari Pertama Dibuka, 14 Wisatawan Asing Ikut Pendakian Gunung Semeru

Sejumlah pendaki mendaki Gunung Semeru dengan latar Gunung Bromo di Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur, Minggu (31/7). Pendakian Gunung Semeru kembali dibuka pada Minggu (12/5/2019) setelah ditutup  sekira empat bulan. Hari pertama pembukaan, sekira 14 wisatawan asing turut dalam pendakian gunung tertinggi di pulau Jawa ini. (Foto: Antara/Zabur Karuru)*

Malang – Pada hari pertama pembukaan pendakian Gunung Semeru, Minggu (12/5/2019), tercatat 25 orang melakukan pendakian. Dari jumlah tersebut, pendaki didominasi wisatawan asing dengan jumlah 14 orang.

Jalur pendakian Gunung Semeru kembali dibuka setelah ditutup sementara sekitar 4 bulan sejak 3 Januari 2019 lalu. Penutupan jalur dilakukan sebagai upaya perbaikan sarana dan pemulihan kondisi lingkungan.

Juru bicara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Syarif Hidayat mengatakan, 14 orang wisatawan asing yang turut dalam pendakian berasal dari Singapura dan Jerman. “Sebelas dari Singapura dan tiga orang dari Jerman,” katanya. Sisanya, yakni 11 pendaki berasal dari berbagai kota di Indonesia. Para pendaki Gunung Semeru sebelumnya mendaftar secara online.

Dikutip dari tempo.co, Senin (13/5/2019), Syarif mengutarakan, jumlah pendaki pada hari pertama itu terbilang sangat sedikit bahkan bisa dihitung jari. Kata dia, jumlah pengunjung belum maksimal dari kuota harian 600 orang. Namun, hal itu dimakluminya karena beberapa asumsi.

Syarif menduga, sebagian besar pendaki belum mengetahui pembukaan jalur pendakian ke Gunung Semeru. Asumsi lainnya pendaki memilih menahan diri tak melakukan aktivitas pendakian saat berpuasa. Dia memprediksi, kemungkinan pendakian ke gunung dengan ketinggian 3.676 mdpl ini kembali membeludak saat musim libur Lebaran.

Dikatakan Syarif, dari sisi jumlah memang minim tetapi ke-25 pendaki tersebut antusias di hari pertama pembukaan. Mereka cukup lama menanti untuk bisa menjejakkan kaki di gunung dengan puncak Mahamerunya itu.

Gunung Semeru sebagai atapnya Jawa dikenal sebagai gunung favorit pendaki baik nusantara maupun mancanegara. Saat Balai Besar TNBTS menutup sementara, kata Syarif, petugas TNBTS banyak menerima pertanyaan dari banyak komunitas dan pencinta alam perihal pembukaan kembali Gunung Semeru. Pertanyaan lainnya mengenai persyaratan dan perlengkapan administrasi yang harus dipenuhi. Terlebih, kini pendakian Gunung Semeru juga menerapkan pendaftaran secara online. (iar)*