Artikel Penjelajahan

Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sebulan, Mulai 5 Mei 2019

Pendakian Gunung Ciremai. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menutup sementara jalur pendakian Gunung Ciremai mulai 5 Mei 2019 hingga 4 Juni 2019 dan kembali dibuka pada 5 Juni 2019. Penutupan dilakukan sebagai upaya perbaikan ekosistem secara alami. (Foto: gunung.id/ @kazamasa_a9)*

Kuningan – Jalur pendakian Gunung Ciremai di Jawa Barat akan ditutup sementara selama sebulan mulai 5 Mei 2019 hingga 4 Juni 2019. Penutupan dilakukan sebagai upaya pemulihan dan pemeliharaan jalur gunung yang punya ketinggian 3.078 mdpl.

Secara resmi, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menyampaikan dalam pengumuman Nomor: PG.06/T-33/TU/HMS/4/2019 Tentang Penutupan Jalur Pendakian Taman Nasional Gunung Ciremai.

Dalam rangka pemulihan (tumbuhan dan satwa liar) dan pemeliharaan jalur pendakian, dengan ini Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menutup jalur pendakian Gunung Ciremai sejak tanggal 5 Mei 2019 sampai dengan 4 Juni 2019 dan kembali dibuka wisata pendakian pada tanggal 5 Juni 2019.”

Demikian tertulis dalam pengumuman yang ditandatangani Kepala Balai TNGC Kuswandono pada 26 April 2019 di Kuningan. Pengumuman tersebut juga disebarluaskan kepada khalayak lewat laman resmi tngciremai.com dan media sosial Instagram @gunung-ciremai.

“Langkah ini menjadi cara taman nasional untuk memulihkan ekosistem taman nasional khususnya di jalur pendakian. Ini rutin dilakukan setiap tahun,” kata Kuswandono, Sabtu (27/4/2019), dikutip dari sindonews.com. Terlebih, pada libur panjang dua pekan lalu, gunung tertinggi di Jawa Barat ini dipadati pendaki dari berbagai daerah.

Kuswandono lebih jauh mengatakan, alam juga butuh istirahat untuk mengembalikan kebugarannya sehingga bisa kembali menjamu tamu atau pendaki dengan maksimal. Selama penutupan jalur pendakian tersebut, pihak pengelola akan melakukan pembenahan. Diharapkan, dengan pembenahan tersebut masyarakat yang melakukan pendakian akan merasa lebih nyaman lagi.

“Selama masa penutupan itu akan dilakukan juga pembenahan oleh pengelola. Dengan demikian, nantinya keamanan dan kenyamanan para pendaki lebih terjaga lagi. Nanti yang mengawal adalah rekan-rekan PPGC (Pengelola Pendakian Gunung Ciremai) masing-masing jalur pendakian dan petugas BTNGC,” kata Kuswandono.

Selain terkait perbaikan ekosistem, penutupan juga berbarengan dengan bulan Ramadan. Pada periode ini diprediksi jumlah kunjungannya akan menurun seperti tahun-tahun sebelumnya. “(Tahun) kemarin-kemarin, kalau bulan puasa kebetulan pendaki sedikit. Maka, dimanfaatkan rekan-rekan PPGC untuk perbaikan jalur sekalian ditutup biar ada pemulihan alami,” ujar Kuswandono. (iar)*

Comment here