Artikel Kemanusiaan

Kebakaran di Gunung Ciremai Semakin Meluas

2103100Kuningan-Akibat-Kelalaian-Kebakaran-Gunung-Ciremai-Semakin-Meluas-2-780x390
KOMPAS.com / MUHAMAD SYAHRI ROMDHONKobaran api membakar kawasan hutan Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Senin Malam, (5/10/2015). Petugas BTNGC menduga kebakaran disebabkan kelalaian orang yang tidak bertanggung jawan hingga menyebabkan kebakaran terus meluas.

KUNINGAN, KOMPAS.com – Kebakaran lahan dan hutan di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, hingga Senin  (5/10/2015) malam, semakin membesar. Badan Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), menambah jumlah personelnya untuk memadamkan kebakaran itu.
Namun, petugas kesulitan memadamkan api lantaran medan yang sangat terjal dan tiupan angin yang cukup kencang. Begitu besarnya kebakaran ini hingga kobaran api bisa terlihat dari jarak sekitar 20-25 kilometer dari lokasi kebakaran di Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan.

Sejumlah titik api juga ditemukan berada di kawasan TNGC Wilayah 2, yang masuk di wilayah Kabupaten Majalengka. Hawal Widodo, Kepala Seksi BTNGC wilayah 1, menyebutkan, saat ini api sudah tidak hanya membakar lahan di Kabupaten Kuningan, melainkan sudah memasuki wilayah Kabupaten Majalengka.

“Malam ini, kami juga langsung berkoordinasi dengan BTNGC wilayah 2 untuk memadamkan dan mengantisipasi kobaran api yang membakar wilayah Majalengka,” katanya saat ditemui di kantor Resor Pesawahan.

Widodo juga menegaskan, dia bersama sejumlah personel sudah berusaha melakukan pemadaman dengan cara penyekatan, agar api tidak meluas. Namun, medan hutan yang sangat terjal, dan juga angin kencang, membuat para petugas cukup kesulitan.

Widodo menduga, kebakaran terjadi akibat kelalaian dan ulah sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, api yang berkobar sejak Sabtu lalu, sudah berhasil dipadamkan, namun tak lama kemudian api kembali menyala dan terus membesar. “Yah, kelalaian dan tidak bertanggung jawab, jadi seperti ini,” keluhnya.

Penulis : Kontributor Cirebon KompasTV, Muhamad Syahri Romdhon
Editor : Ervan Hardoko

Sumber: www.regional.kompas.com