Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Mencapai 1.136 Hektare

Petugas Manggala Agni berusaha memadamkan kobaran api ketika terjadi kebakaran lahan di Desa Karya Indah, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (11/8/2018). Sulitnya akses jalan menuju lokasi lahan yang terbakar dan kencangnya hembusan angin sempat membuat petugas kewalahan untuk memadamkan kebakaran tersebut. (Dok ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Pekanbaru – Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau dalam dua bulan terakhir yakni Januari-Februari 2019 terus meluas hingga mencapai 1.136 hektare.

Dikutip dari Antara, Selasa (26/2/2019), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Riau Edwar Sanger mengatakan bahwa angka tersebut melonjak lebih dari 150 hektare dalam kurun kurang dari 48 jam terakhir.

“Titik-titik api masih cukup banyak terdeteksi di pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir hingga Indragiri Hilir,” kata Edwar.

Dia menjelaskan, Kabupaten Bengkalis sejauh ini menjadi wilayah yang paling parah mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sedikitnya lahan di lima kecamatan di kabupaten yang kaya sumber daya alam migas tersebut hangus terbakar.

Salah satu daerah di Kabupaten Bengkalis yang kini menjadi fokus adalah Pulau Rupat. Wilayah itu selama dua pekan terakhir terus dilanda karhutla hingga menghanguskan lebih dari 200 hektare. Ratusan personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD serta masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman.

Dari total 1.136 hektare, luas karhutla di Bengkalis mencapai 817 hektare. Sementara di Rokan Hilir karhulta tercatat mencapai 132 hektare, Dumai 60 hektare, Indragiri Hilir 38 hektare, Siak 30 hektare, Kampar 15 hektare, Pekanbaru 21,01 hektare dan Meranti 20,4 hektare.

Pemerintah pusat dan daerah, kata Edwar, hingga hari ini terus berjuang untuk sedapat mungkin melakukan upaya pemadaman. Bantuan terakhir datang dari TNI AU yang mengerahkan satu unit pesawat Cesna 212 untuk membantu upaya penanggulangan ke wilayah yang telah menetapkan status siaga karhutla tersebut melalui operasi hujan buatan.

“Seluruh kekuatan kita upayakan semaksimal mungkin untuk menanggulangi titik-titik api di wilayah itu,” kata Edwar. (iar)*

Leave a Reply