Artikel KemanusiaanArtikel Lingkungan

KLHK akan Teliti Perizinan Hutan Terkait Banjir di Konawe

Foto udara kondisi banjir yang merendam perumahan warga di Kecamatan Asera Konawe Utara Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Menteri LHK Siti Nurbaya akan meneliti perizinan hutan di wilayah terdampak banjir besar tersebut. (Foto : Antara/ Ohea).

Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, akan meneliti ada tidaknya dampak dari perizinan hutan terkait banjir besar yang melanda Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kalau soal ekses dari perizinan kita akan teliti dulu. Saya minta datanya, (sedang) dikumpulkan, dari (Direktorat Jenderal) Konservasi, planologi, DAS dan hutan produksi. Jadi, kita teliti dulu tetapi memang indikasinya ada,” kata Siti di Jakarta, Senin (10/6/2019), dikutip dari republika.co.id.

Dikatakannya, persoalan banjir tersebut akan dirapatkan di level direktorat jenderal mengingat terkait banyak aspek mulai dari tambang, pertanian, perkebunan, sistem drainase hingga lanskap. Pihak KLHK akan berkonsentrasi menangani persoalan di hulu dengan melakukan penanaman pohon.

Namun, Siti menyebut jika sekarang melakukan tanam pohon hasilnya baru akan bisa dirasakan tiga tahun lagi. “Berarti sekarang yang harus dicek adalah bangunan-bangunan penahan mengatasi erosi. Itu yang mungkin bisa dipercepat daripada soal menanam,” ujar Siti.

Sementara terkait drainase, menurut dia, hal tersebut menjadi peran pemerintah kota karena sistem tersebut berada di kewilayahan. Pertemuan dan pembahasan di level dirjen terkait dampak banjir di Konawe Utara ini rencananya digelar dalam waktu dekat.

Beberapa waktu lalu, banjir besar yang menerjang dan merendam enam kecamatan di Kabupaten Konawe Utara yakni Kecamatan Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano telah mengakibatkan ribuan warga mengungsi, kerusakan pada sektor permukiman, pertanian, perikanan dan fasilitas umum.

Hingga Minggu (9/6/2019), tercatat 1.091 kepala keluarga atau 4.198 jiwa mengungsi. “Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling tinggi yaitu 13 desa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo.

Kata dia, dipicu curah hujan tinggi, banjir juga melanda Kabupaten Konawe di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Sidenreng Rappang di Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah. (iar)*

Comment here