Artikel Lingkungan

KLHK Angkat Tema Biru Langitku Hijau Bumiku

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengangkat tema Biru Langitku Hijau Bumiku dalam memperingat Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2019. KLHK terus melakukan upaya untuk mengurangi polusi udara, salah satunya menekan potensi terjadinya karhutla. (Dok. greeners.co)*

Jakarta – Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2019 fokus dalam upaya menurunkan tingkat polusi udara secara global. Di tingkat nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengangkat tema Biru Langitku Hijau Bumiku.

Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, polusi udara yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membawa dampak negatif terhadap lingkungan. Karena itu, pihaknya telah mengupayakan dan melakukan sejumlah strategi seperti penataan lahan gambut.

“Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan membawa kerugian besar pada 2015 lalu. Namun, hal tersebut telah diatasi dengan kebijakan ataupun implementasi termasuk upaya patroli terpadu pada tingkat tapak oleh Manggala Agni,” ujar Siti dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dikutip dari gatra.com, Kamis (6/6/2019).

Manggala Agni atau brigade pengendalian kebakaran hutan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta pihak terkait lainnya. Selain itu, penetapan penataan pengelolaan ekosistem gambut telah mengurangi emisi gas rumah kaca serta penurunan titik api pada 2018.

Dikatakan Siti, penetapan ekosistem gambut seluas 24,14 juta hektare yang di dalamnya terdapat 865 Unit Kesatuan Hidrologis Gambut telah dijadikan landasan untuk perbaikan pengelolaan ekosistem gambut.

“Sementara untuk pemulihan kerusakan ekosistem gambut di areal usaha (konsesi) telah dilakukan seluas 3,111 juta hektare dan di areal lahan masyarakat mencapai 8.382 hektare pada 2018 melalui Program Kemandirian Masyarakat,” katanya.

Disebutkan, penurunan titik api indikasi karhutla pada 2015 yaitu 21.929 titik turun 82 persen menjadi 3.915 titik pada 2018.

Terkait Biru Langitku Hijau Bumiku, Siti mengatakan, pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh karena adanya upaya pemerintah untuk menghijaukan bumi.

“Tema Biru Langitku Hijau Bumiku menggambarkan upaya kita untuk mengendalikan polusi udara. Hal tersebut berkaitan dengan upaya untuk menata bumi kita menjadi lebih hijau,” katanya.

Polusi udara akibat sejumlah kejadian termasuk karhutla telah berdampak negatif dan merugikan negara. Kata Siti, pemerintah akan terus melakukan upaya untuk mengurangi polusi udara, salah satunya menekan potensi terjadinya karhutla. (iar)*