Artikel Lingkungan

KLHK Bentuk Tim Kaji Ulang Kawasan Kamojang dan Papandayan

Warga mengendarai sepeda motor menyusuri jalan setapak yang rusak akibat sering dilalui kendaraan roda dua, di Kawasan Cagar Alam Kamojang, Kabupaten Bandung, Kamis 17 Januari 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

Bandung – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk tim guna memetakan sekaligus mengkaji ulang persoalan di kawasan Kamojang dan Papandayan Kabupaten Garut. Hal tersebut sebagai respons atas menguatnya desakan masyarakat untuk mengembalikan kawasan dimaksud ke status semula yaitu cagar alam.

“Teman-teman sepakat untuk membentuk tim lapangan, bersama-sama untuk memetakan kembali berbagai persoalan yang disampaikan oleh penggerak pencinta alam,” ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno, usai pertemuan di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Selasa (12/3/2019).

Dikutip dari pikiran-rakyat.com, pertemuan tersebut dihadiri sejumlah kalangan dari berbagai latar belakang termasuk pakar dan pegiat lingkungan.

Wiratno mengatakan, pihaknya sudah menerima aspirasi dari berbagai pihak yang mendesak pengembalian dua status kawasan tersebut. Salah satunya dari Aliansi Cagar Alam Jawa Barat.

Sebagai tindak lanjut persoalan ini, tim dari KLHK bersama pegiat lingkungan kemudian melakukan pemantauan di lapangan. Hanya saja menurut Wiratno, pemantauan lapangan yang berlangsung dalam waktu relatif singkat tidak cukup menjadi bekal untuk merumuskan kebijakan tertentu.

Karena itu, kata dia, akan ada pertemuan lanjutan di BBKSDA Jawa Barat untuk membahas itu dalam waktu dekat.

Dari pertemuan ini, salah satu yang dihasilkan adalah pembentukan tim yang melibatkan berbagai elemen. Tim dari KLHK akan membantu selama pengkajian di lapangan berlangsung. Harapannya, dalam waktu dekat pembahasan lebih lanjut bisa dirumuskan untuk menentukan kebijakan.

“Tiga minggu untuk melihat detailnya, kemudian dilaporkan kepada Bu Menteri,” ujar Wiratno.

Selain pembentukan tim, dalam pertemuan itu juga disepakati pembentukan forum komunikasi untuk mewadahi berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan. Forum ini membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk terlibat memberikan andil dalam pelestarian sekaligus penyelamatan lingkungan. (iar)*