Korban Meninggal Akibat Gempa di Palu Terus Bertambah

PALU – Jumah korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah masih terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban meninggal mencapai 1.558 orang, hingga Kamis 4 Oktober 2018 pukul 17.00 WIB. Selain itu, BNPB juga

menyebutkan 113 orang hilang dan 2.549 orang luka-luka.

Kemungkinan bertambahnya jumlah korban sehubungan dengan masih banyaknya temuan baru. “Mohon maaf telat laporan karena begitu banyak pemberangkatan, monitoring, dan evakuasi yang dilakukan hari ini.” Demikian dilaporkan anggota Tim Relawan Jabar dari Wanadri, Galih Donikara (W-628-TORA) dari Palu, Jumat (5/10/2018) malam.

Galih menjelaskan timrelawan Jawa Barat mendapat tambahan personel sehingga dapat menerjunkan lebih kurang 100 relawan ke lokasi lokasi yang diduga memerlukan media khusus. “Hari ini tim gabungan relawan melakukan kegiatan operasi di kawasan Belaroa untuk evakuasi jenazah, kawasan Panau untuk assessment dan evakuasi jenazah, ke Petobo melakukan evakuasi jenazah, Kecamatan Ulujadi untuk assessment, ke RS Undata melakukan pembersihan rumah sakit dari jenazah dan sampah medis, lalu ke puskesmas Biromari untuk set up operasional Puskesmas dan assessment,” tutur Galih lagi menjelaskan.

 

Tim gabungan yang turun ke lapangan kemarin terdiri dari relawan Angkasapura, Mercy, Telkomsel, Med A FK Unisula, Atlas Medical Pioneer FK Unpad, Wanadri, PMI, BPBD PGPI, ORARI, IOF Relawan Makasar, Palu, Parigi Mutong dan Bandung.

Sementara itu, Liputan6.com melaporkan bahwa masih ada daerah yang terisolasi hingga Kamis. “Saat ini ada empat kecamatan yang masih terisolasi di Kabupaten Sigi, yaitu Lindu, Kolwi, Kolawi Selatan, dan Pipiko,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Purwo Nugroho di Kantor BNPB Jakarta Timur, Kamis 4 Oktober 2018.

Sutopo menjelaskan jalur darat menuju empat lokasi bencana tersebut masih terputus akibat bencana tersebut. Saat ini, distribusi bantuan logistik dan penerjunan tim ke lokasi dilakukan menggunakan helikopter. “Untuk mengatasi hal ini, distribusi logistik menggunakan helikopter, baik dari TNI, Basarnas, BNPB dikerahkan untuk distribusi logistik di daerah terisolir, termasuk dropping pasukan tim Basarnas untuk melakukan pencarian korban di empat kecamatan,” jelas Sutopo.*