Artikel Lingkungan

Macan Kumbang Berkeliaran di Nusakambangan

Penampakan macan kumbang di Nusakambangan Kabupaten Cilacap pada 2017 silam. Beberapa hari terakhir, macan kumbang tertangkap kamera warga setempat berkeliaran di luar kawasan hutan. (Foto: Dok. BKSDA Jawa Tengah)*

Cilacap – Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Cilacap dikejutkan dengan berkeliarannya macan kumbang di sekitar Nusakambangan. Keberadaan predator tersebut tertangkap kamera foto dan video masyarakat setempat dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Macan kumbang (Panthera pardus melas) keluar “kandang” dan terlihat berkeliaran di kawasan di luar hutan. Koordinator Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Wilayah Konservasi Cilacap Endi Suryo membenarkan hal itu. Dia mengatakan, terlihatnya macan kumbang di luar kawasan hutan kemungkinan lantaran populasi hewan tersebut belakangan semakin banyak. Akan tetapi hutan lindung di sana, kata dia, sejauh ini masih terjaga.

“Kalau kondisi kawasan hutan lindung di Nusakambangan sejauh ini kami nilai masih relatif terjaga,” ujarnya, Minggu (12/5/2019). Endi juga mengatakan, beberapa wilayah di Nusakambangan telah dieksploitasi baik untuk penambangan maupun kawasan pertanian. Akan tetapi, kata dia, kawasan tersebut bukan bagian dari wilayah konservasi.

Dikutip dari republika.co.id, Endi menuturkan, wilayah konservasi di Nusakambangan terbagi menjadi dua koridor yaitu koridor barat dan koridor timur. Kawasan koridor barat punya luas 600 hektare dan koridor timur 200 hektare. “Sejauh ini, kondisi hutan konservasi masih bagus. Ekosistem dan habitatnya juga masih terjaga,” katanya.

Pada tahun 2017 silam, kata Endi, jumlah macan kumbang dan macan tutul diperkirakan ada 18 ekor. Persebarannya merata dari sisi timur hingga barat Pulau Nusakambangan. Predator tersebut terdeteksi oleh tujuh perangkap kamera (camera trap) yang dipasang di dua koridor.

Dari jumlah itu, masih kata Endi, saat ini kemungkinan besar sudah semakin bertambah mengingat mangsa alaminya masih tersedia cukup memadai. Di hutannya yang masih perawan, Nusakambangan menyediakan bermacam makanan alami macan kumbang, antara lain babi hutan, berbagai jenis primata, ular, kijang hingga jenis burung. (iar)*

Comment here