ArtikelArtikel Lingkungan

Masih Ada Titik Api di Gunung Ciremai

Foto: dok.Taman Nasional Gunung Ciremai

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan titik api di Gunung Ciremai Kuningan Jawa Barat masih ditemukan meski telah dilakukan water bombing. Helikopter milik BNPB yang digunakan untuk menumpahkan air, justru mengalami gangguan teknis pada Sabtu (10/8).

“Berdasarkan pantauan dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, masih ditemukan titik api pada koordinat S 6°54’08.8″, E 108°24’04.3″ atau sekitar 100 m di atas Blok Sanghiyang Ropoh dan Sanghiyang Rangka,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, yang dikutip detikcom dari siaran persnya, Minggu (11/8/2019).

Agus menerangkan cuaca di lokasi kebakaran cerah, berawan dengan arah angin yang bertiup dari barat ke timur kemarin. “Dengan kecepatan 3,4 -3,5 m/second,” imbuh dia.Agus kemudian menerangkan heli waterbombing BNPB mengalami kerusakan setelah dua kali melakukan pengeboman air, yaitu pada pukul 07.22 dan 10.00 WIB. Oleh sebab itu, operasi water bombing menggunakan helikopter dihentikan sementara kemarin.

“Helikopter milik BNPB yang sebelumnya dikirim untuk membantu upaya pemadaman tersebut mengalami sedikit kerusakan setelah dua kali melakukan pengeboman air pada pukul 07.22 dan 10.00 WIB. Oleh karena itu, operasional helikopter jenis Bell 412SP tersebut sementara dihentikan hingga proses perbaikan selesai,” ujar Agus menjelaskan.

Berdasarkan pengamatan pihaknya dari Desa Garatengah, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, terdapat kepulan asap di sebelah utara puncak Ciremai. “Pantauan udara dari Heli Bell 412SP, kawasan habitat edelweiss yang belum terbakar berada di lokasi antara jalur pendakian Linggarjati dan jalur evakuasi Setianegara,” tutur Agus.

Agus menerangkan lebih lanjut, kendala lainnya yang terjadi di lapangan adalah perubahan arah angin yang memperluas area kebakaran hutan lahan (karhutla) dan membuat loncatan bara api. Juga, lokasi kebakaran yang berada di atas ketinggian 2600-3078 Mdpl juga membuat tim kesulitan dalam menjangkau titik api.

“Untuk rencana pemadaman selanjutnya akan kembali dilakukan pada Minggu, 11 Agustus 2019, menggunakan helikopter water boombing dengan kapasitas 1000 liter yang direncanakan pada pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB,” ucap Agus.

“Selain itu, upaya pemadaman secara manual masih dilakukan dengan dibantu oleh tim pemantau dari puncak Gunung Ciremai dan Tim Dorongan Logistik yang didampingi oleh BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat,” kata dia lagi.
(aud/fdu)

https://news.detik.com/berita/d-4660879/water-bombing-gunung-ciremai-bnpb-titik-api-masih-ditemukan

Comment here