ArtikelArtikel LingkunganArtikel Penjelajahan

Masyarakat Diimbau Tidak Dekati Kawah Ciremai

Helikopter melakukan water bombing untuk pemadaman kebakaran hutan gunung Ciremai Jawa Barat (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi atau PVMBG mengimbau masyarakat tidak mendekati area kawah Gunung Ciremai Jawa Barat, meskipun aktivitas Gunung Ciremai (3.078 mdpl) pada level I atau dalam keadaan normal.

“Masyarakat dan pengunjung, wisatawan tidak diperbolehkan turun ke dasar kawah dan dalam kondisi mendung, hujan agar tidak mendekat ke kawah. Potensi embusan gas berbahaya,” kata Kepala PVMBG, Kasbani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019, seperti dikutip viva.co.id.

Saat ini, Kasbani menuturkan, bahwa di Gunung Ciremai cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah selatan. Suhu udara 22-29 °C, kelembaban udara 0-0 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg. “Gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah nihil,” katanya. 

Sementara itu informasi dari republika.co.id, hingga Kamis sore (8-8-2019) kebakaran yang terjadi di Gunung Ciremai belum padam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan dua helikopter jenis Bell untuk membantu pemadaman.

“Satu heli telah mendarat di Bandar Udara Cirebon, sedangkan satu lainnya direncanakan tiba hari ini di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat,” kata Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo seperti dalam keterangan tertulis, Jumat (9/8).

Survei dan kooordinasi rencana skenario pemadaman telah disusun untuk operasi pada hari ini. Ia menyebut satuan darat menyiapkan dua landasan yaitu di Palutungan dan lapangan bola Cigugur.

Pemadaman dengan pengeboman air atau water bombing baru dilakukan hari ini mengingat kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan pada malam hari. Heli jenis tersebut mampu mengangkut air di dalam ember sebanyak 1.000 liter. Sementara itu, sumber air untuk water bombing diarahkan pada Waduk Darma.

Informasi sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Kamis (8/8) pukul 17.00 WIB, api masih menyala dan menyebar ke arah timur di atas Blok Sanghiyang Ropoh, pada ketingginan 2.667 meter dari permukaan laut (mdpl) dan sudah melintasi jalur pendakian Patulungan. Ia menyebut pantauan darat juga menyebutkan angin bertiup kencang ke arah utara.

“Personel gabungan darat masih memadamkan api dengan cara manual,” katanya.

Diperkirakan luas lahan terdampak sekitar 308 hektare. Hingga kini, ia menyebut penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka telah mengeluarkan surat keputusan keadaan darurat kebakaran Gunung Ciremai terhitung sejak 8 Agustus 2019 hingga 14 Agustus 2019,” ujarnya.

Sementara itu, personel gabungan terbagi ke dalam dua wilayah, yaitu pos Apuy, Palutungan dan pos Linggasana. Sebanyak 104 personel dari BPBD Majalengka, TNI, Polri, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), MPGC Apuy, MPGC Sanghiyang, sukarelawan dan masyarakat begerak dari pos Apuy.

Sedangkan dari pos Palutungan, dia menambahkan, 103 personel gabungan berasal dari TNGC, Polhut Perhutani, Brimob, MPGC Palutungan, masyarakat, BPBD Kuningan dan sukarelawan.  Sisanya sebanyak 12 personel diberangkatkan dari pos Linggasana.

Terkait dengan pendaki yang berada di TNGC, ia menyebut 69 orang telah berhasil dievakuasi. Mereka dievakuasi dari tiga jalur pendakian yang berbeda.

https://nasional.republika.co.id/berita/pvy41d370/bnpb-kerahkan-dua-helikopter-padamkan-kebakaran-ciremai

https://www.viva.co.id/berita/nasional/1173680-pvmbg-minta-warga-tak-dekati-area-kawah-gunung-ciremai