Artikel Lingkungan

Masyarakat Yenbekaki Raja Ampat Jaga Penyu Langka dari Predator

Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang mendarat di salah satu pantai di Papua Barat. Pada April 2019 lalu, lima penyu belimbing mendarat dan bertelur di Pantai Warebar Kampung Yenbekaki. Kelompok Penggiat Konservasi Kampung Yenbekaki berkomitmen menjaga dan melindungi penyu langka terutama penyu belimbing yang hampir punah. (Foto: papuabarat-icbe2018.org)*

Raja Ampat – Masyarakat dan Kelompok Penggiat Konservasi Kampung Yenbekaki di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat menjaga dan melindungi puluhan sarang penyu langka dari serangan predator baik satwa liar maupun manusia.

Yusuf Mayor, ketua kelompok tersebut mengatakan, pada April 2019 sebanyak 30 penyu lekang, 4 penyu sisik, dan 5 penyu belimbing mendarat dan bertelur di Pantai Warebar Kampung Yenbekaki. Setelah menetas menjadi tukik, mereka akan melakukan penangkaran terhadap tukik penyu tersebut sekira dua minggu agar benar-benar kuat.

“Tujuan penangkaran agar ketika dilepaskan ke laut, tukik penyu tersebut mampu bertahan hidup dan dapat menghindari serangan predadator,” kata Mayor di Kota Waisai, Kamis (9/5/2019), dikutip dari tempo.co.

Lebih jauh Mayor mengatakan, masyarakat Kampung Yenbekaki sangat berkomitmen menjaga dan melindungi keberadaan penyu. Yang paling utama dijaga adalah penyu belimbing yang dikategorikan penyu langka dan hampir punah.

Penyu belimbing dapat ditemukan di perairan tropis hingga lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis. Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di lautan terbuka dan hanya muncul ke daratan pada saat bertelur.

Dikatakannya, sepanjang tahun 2018, Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki mencatat sebanyak 31 ekor penyu belimbing mendarat dan bertelur di Kampung Yenbekaki.

“Kami mendata 31 ekor penyu belimbing yang mendarat dan bertelur di Pantai Warebar sepanjang 2018 menghasilkan 3.706 butir telur. Sebanyak 1.000 telur rusak dan yang berhasil menetas sebanyak 2.706 menjadi tukik yang dilepaskan ke laut,” tutur Mayor.

Dikutip dari wwf.or.id, penyu belimbing (Dermochelys coriacea) punya ciri fisik kulit cangkang berwarna gelap dengan bintik-bintik putih yang tidak sekeras penyu lain. Ciri lainnya sirip depannya panjang serta ukuran dapat mencapai 180 cm dan bobot 500 kg. Penyu belimbing adalah penyu laut terbesar sekaligus salah satu reptil terbesar yang masih hidup dan kini menghadapi kepunahan. (iar)*