Menteri LHK Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Arah Pembangunan LHK

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. (indopos.co.id)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya kembali menegaskan peran ilmu pengetahuan dalam arah pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Siti mendorong civitas akademika perguruan tinggi untuk menghasilkan karya ilmiah sekaligus memberikan masukan terhadap langkah korektif kebijakan pemerintah demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan orasi ilmiah di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (8/3/2019).

“Kebijakan publik yang diluncurkan pemerintah tentu telah melalui pertimbangan keilmuan. Aspek keilmuan menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan kebijakan publik, di samping aspek legal, aspek politik dan aspek praktis/ tradisi,” kata Siti, dikutip dari indopos.co.id.

Menteri Siti juga mengatakan, berbagai capaian pada upaya korektif pemerintah telah dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan data LHK, realisasai hutan sosial secara keseluruhan per akhir Desember 2018 tercatat seluas 2,5 juta Ha bagi 592.438 KK dalam 5.393 Kelompok Tani di 305 kabupaten.

Selanjutnya, kata dia, langkah-langkah penanganan karhutla mampu menurunkan jumlah titik api secara signifikan periode 2015 hingga 2018 dari 21.929 menjadi 4.613 titik. Pun demikian dengan areal terbakar menurun dari 2,6 juta Ha pada tahun 2015 menjadi 438 ribu Ha pada 2016, 166 ribu Ha pada 2017 serta 510 ribu Ha pada tahun 2018.

“Berbagai rekomendasi dari profesor maupun dunia akademik secara keseluruhan telah menghasilkan berbagai kebijakan korektif pemerintah di bidang kehutanan. Tentu capaian ini berkat kerja keras semua pihak dan hasilnya kini dapat dirasakan sendiri oleh masyarakat,” kata Siti.

Dalam kunjungan kerjanya ke Samarinda, Siti juga meninjau Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Huta seluas 300 Ha tersebut tercatat sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk pendidikan dan penelitian. (iar)*

Leave a Reply