Artikel KemanusiaanArtikel Lingkungan

Pembukaan Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditunda

Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok Nusa Tenggara Barat masih disurvei. Rencana pembukaan kembali jalur pendakian gunung tersebut pada awal April 2019 ini ditunda. (dok. BTNGR)

Mataram – Rencana pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Rinjani pada awal April 2019 ini ditunda. Jalur pendakian ke gunung yang terletak di Lombok Nusa Tenggara Barat tersebut masih ditutup oleh karena faktor keselamatan pendaki.

“Kegiatan pendakian direkomendasikan untuk sementara ditutup, mengingat masih terjadinya pergerakan tanah dan gempa hingga kondisi memungkinkan,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono, Minggu (31/3/2019) seperti dikutip detik.com.

Sudiyono menegaskan, rencana pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani sementara ini ditunda. Namun, akan dibuka kembali setelah dilakukan survei dan proses kajian.

“Insya Allah pendakian akan kita buka, cuma kapan tanggalnya nanti yang akan menyesuaikan,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Sudiyono, pihak BTNGR masih berupaya mencari jalur alternatif pendakian gunung yang punya ketinggian 3.726 mdpl tersebut. Pendakian ditunda karena faktor cuaca dan pertimbangan keselamatan pendaki. Gunung Rinjani punya empat jalur pendakian resmi yang ditetapkan BTNGR yaitu jalur Aik Berik di Lombok Tengah, Sembalun dan Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur, dan Senaru di Lombok Utara.

Seturut hasil survei yang dilakukan di Senaru Kecamatan Bayan Lombok Utara, sementara ini jalur pendakian dinyatakan relatif baik. Hanya saja di beberapa medan ditemukan retakan tanah seperti di Pos II serta pohon tumbang mulai dari kilometer 0,5 hingga sebelum Pos III.

“Survei akan dilakukan kembali. Masih nunggu info cuaca dari BMKG. Hasilnya nanti tergantung kajian dan rekomendasi tim dari PVMBG Bandung,” kata Sudiyono.

Pendakian lewat jalur Senaru sebetulnya bisa dilakukan tetapi hanya sampai Pelawangan Senaru, dengan catatan tidak mengadakan kemah di bibir kaldera. Meski demikian, jalur Senaru disepakati akan kembali disurvei guna memastikan kelayakan untuk aktivitas pendakian dengan melibatkan ahli geologi dan kegempaan dari PVMBG. (iar)*

Comment here