ArtikelArtikel KemanusiaanArtikel Pendidikan

Pemerintah RI Tingkatkan Sadar Bencana di Sekolah

Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi memberikan sosialisasi penanganan bencana di sekolah Paud Cerdas di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (6/2/2019). Kegiatan tersebut, sebagai upaya membangun kesadaran anak dan guru akan adanya ancaman bencana alam. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww/18.

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia terus berupaya meningkatkan kesadaran kebencanaan di sekolah. Salah satunya dengan menerapkan program pendidikan kebencanaan di 250 ribu sekolah di daerah rawan bencana.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lili Kurniawan mengatakan bahwa penerapan program tersebut dan penanganannya di setiap sekolah tidak sama.

“Penanganannya berbeda-beda tergantung jenis kerawanan bencana di daerah tersebut,” kata Lili pada acara Diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk “Peta Potensi Bencana dan Implementasi Mitigasi Bencana” di Jakarta, Jumat (9/2/2019) dikutip dari Antara.

Lili memaparkan ada tiga pilar bagi sekolah yang mendapatkan program tersebut. Pertama, soal pembenahan fasilitas sekolah. “Dilihat fasilitasnya sudah memadai belum. Bila sekolahnya di lokasi rawan gempa, harus diperkuat struktur sekolahnya.”

Pilar kedua adalah manajemen penanggulangan bencana. Siswa, guru, dan karyawan sekolah diberikan edukasi tentang alur penyelamatan diri saat terjadi bencana. “Mereka harus paham betul di mana tempat-tempat aman di sekolah mereka. Jalur evakuasi dibuat, anak-anak dilatih,” katanya.

Selanjutnya pilar ketiga yakni penerapan muatan lokal kebencanaan. “Ini (muatan lokal kebencanaan) bukan program nasional, tapi hanya untuk sekolah-sekolah di daerah rawan bencana,” kata Lili.

Dalam penyelenggaraannya, muatan lokal ini dibuat atas kerja sama BNPB dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sedangkan untuk penerapan di daerah melibatkan Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Di samping itu, sekolah mesti mengajarkan keterampilan khusus saat kegiatan ekstrakurikuler untuk menunjang kesiapan siswa menghadapi bencana. Misalnya dalam kegiatan Pramuka dan sebagainya.

Lili mengungkapkan, sebetulnya upaya-upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebencanaan melalui pendidikan di sekolah sudah dilakukan sejak 2012. Upaya ini lebih ditingkatkan pascarentetan bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018. (iar)*

 

https://www.antaranews.com/berita/796058/pemerintah-tingkatkan-kesadaran-bencana-di-sekolah