Artikel Penjelajahan

Pendaki Gunung Merbabu Wajib Kenakan Gelang Bercip RFID

Gelang RFID. Pihak BTNGMb mewajibkan pendaki Gunung Merbabu mengenakan gelang bercip RFID selama pendakian. Dengan dipasangnya gelang tersebut, pihak BTNGMb dapat memonitor posisi pendaki sehingga meminimalisasi risiko misalnya pendaki hilang atau kendala lainnya. (Dokumentasi Balai Taman Nasional Gunung Merbabu). *

Boyolali – Pendaki Gunung Merbabu di Jawa Tengah kini wajib mengenakan gelang bercip radio frequency identification (RFID) atau pengenal frekuensi radio. Kebijakan ini salah satunya dibuat untuk menekan jumlah kecelakaan pendaki.

Plh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Johan Setiawan mengatakan, gelang tersebut bakal disediakan pihak pengelola taman nasional.

“Nanti semua pendaki akan kami berikan, kami pinjami, kami pasangkan gelang yang ada cip RFID-nya,” ujar Johan, Kamis (25/4/2019), dikutip dari kompas.com. Dengan dipasangnya gelang tersebut,  pihaknya dapat memonitor posisi pendaki sehingga meminimalisasi risiko misalnya pendaki hilang atau kendala lainnya. “Jadi, mendeteksi posisi dia (pendaki) di mana. Begitu!” katanya menegaskan.

Seturut data yang dihimpun Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), kecelakaan pendakian di Indonesia meningkat dalam empat tahun terakhir. Penyebabnya antara lain mulai dari kurangnya persiapan pendaki hingga kondisi alam yang sedang tidak mendukung untuk aktivitas pendakian.

Dikatakan Johan, saat ini di BTNGMb sudah tersedia sedikitnya 1.000 gelang yang siap digunakan pendaki. Namun untuk sementara, dalam penerapannya setiap kelompok pendaki paling tidak berbekal satu gelang RFID pinjaman tersebut saat pendakian.

“Jadi kan persepsinya mereka akan menjaga tetap bersama saat perjalanan. Nanti kami yang di pos keamanan bisa mendeteksi keberadaan mereka,” kata Johan. Rencananya, gelang akan ditambah secara bertahap.

Untuk mengenakan gelang RFID, masih kata Johan, pendaki mesti menyerahkan uang jaminan antara Rp 30 ribu – Rp 50 ribu kepada petugas. Uang jaminan tesebut akan dikembalikan kepada pendaki setelah turun gunung. “Nanti mereka turun ambil uang jaminannya dan mengembalikan gelangnya,” katanya.

Johan juga mengatakan, saat ini kuota pendakian gunung yang menjulang pada ketinggian 3.142 mdpl tersebut dibatasi. Pembatasan ditentukan atas dasar kajian yang dilakukan berbagai pihak. “Kuota dalam sehari tidak boleh lebih dari 1.000 pendaki. Ini jumlah yang berada di gunung. Jadi termasuk yang sedang mendaki dan yang turun,” katanya. (iar)*