Artikel Lingkungan

Pendaki Gunung Prau Dilarang Bawa Botol Plastik Sekali Pakai

Sejumlah jeriken disiapkan untuk pendaki Gunung Prau. Dalam upaya mengurangi penggunaan sampah plastik, petugas basecamp pendakian Gunung Prau melarang pendaki membawa botol minum plastik sekali pakai mulai Sabtu (22/6/2019). Sebagai solusinya, pihak basecamp menyediakan tempat air berupa jeriken. (Dok. Instagram @basecamp_prau_dieng)*

Wonosobo – Para pendaki Gunung Prau di Jawa Tengah dilarang membawa botol minum sekali pakai dari bahan plastik. Larangan tersebut mulai diberlakukan pada Sabtu (22/6/2019) sebagai upaya mengurangi konsumsi sampah plastik dan menjaga kelestarian kawasan gunung tersebut.

“Mulai hari ini, kami mewajibkan untuk tidak ada lagi yang membawa botol sekali pakai/ botol kemasan dibawa naik ke Gunung Prau,” tulis akun resmi Instagram @basecamp_prau_dieng, Sabtu (22/6/2019) lalu.

Sebagai solusinya, pihak basecamp menyediakan tempat air minum berupa jeriken yang bisa disewa para pendaki seharga Rp 10 ribu per jeriken. Setelah turun dari pendakian, para pendaki harus mengembalikan jeriken tersebut di basecamp dan akan mendapat uang kembalian sebesar Rp 8 ribu.

Kebijakan tersebut diberlakukan pihak basecamp mengingat selama ini kerap ditemukan sampah plastik terutama botol kemasan baik di jalur pendakian maupun di sekitar pos gunung dengan ketinggian 2.590 mdpl tersebut.

Gunung Prau di perbatasan Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Kendal dikenal sebagai gunung favorit pendaki nusantara. Padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur dan bukit-bukit kecil serta sabana menjadi daya pikat para pendaki datang. Namun, ramainya pendaki belum sepenuhnya disertai dengan kesadarannya akan kebersihan dan kelestarian gunung.

Menurut catatan petugas di basecamp, para pendaki seringkali meninggalkan banyak sampah terutama plastik. Untuk itu, salah satu upaya dilakukan dengan memberlakukan larangan membawa botol plastik sekali pakai.

“Alangkah baiknya membawa sendiri dari rumah. Mari kita jaga alam ini bersama agar anak cucu kita bisa menikmati keindahannya kelak. Jadilah pendaki yang taat pada aturan yang ada,” imbau akun tersebut. (iar)*

Comment here