Artikel Penjelajahan

Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali Awal Mei 2019

Jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur rencananya dibuka kembali awal Mei 2019 ini. Pihak TNBTS akan memperketat izin pendakian untuk meminimalisasi terjadinya risiko yang tidak diinginkan, antara lain pendaki harus menyertakan keterangan sehat dari dokter. (Foto: naturalsunrisetour.com)*

Lumajang – Setelah ditutup awal Januari 2019, aktivitas pendakian Gunung Semeru segera dibuka kembali. Jalur pendakian menuju gunung tertinggi di Pulau Jawa ini bisa dilalui para pendaki mulai awal Mei 2019.

Rencana pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru dicetuskan setelah pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait di Kabupaten Lumajang Jawa Timur pekan lalu.

Jika jadi dibuka dalam waktu dekat ini, pihak TNBTS akan memperketat izin pendakian untuk meminimalisasi terjadinya risiko yang tidak diinginkan. “Untuk mengantisipasi terjadinya korban pendaki hilang maupun meninggal, petugas taman nasional akan memperketat perizinan terutama keterangan sehat dari dokter,” kata Kabid Wilayah II TNBTS Mara Wayan, dikutip dari jppn.com, Selasa (30/4/2019).

Dikatakannya, proses pendaftaran pendakian akan menggunakan sistem online untuk menghindari penumpukan di Pos Ranupani. Kata dia, petugas dari TNBTS juga telah menyiapkan tim evakuasi dan memasang sejumlah papan peringatan di titik-titik berbahaya.

Di lain pihak, petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Gunung Semeru Liswanto hanya merekomendasikan batas aman pendakian sampai Kali Mati. Sebabnya, kata dia, gunung dengan puncak tertinggi pada ketinggian 3.676 mdpl ini masih dalam status waspada atau level II.

“Kondisi ini masih berbahaya bagi pendaki yang berada di atas Puncak Mahameru. Sebab, lontaran pijar bisa saja terjadi karena pertumbuhan kubah lava Semeru terus membesar,” kata Liswanto menjelaskan.

Dikutip dari memotimurlumajang.id, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, meski pembukaan jalur direncanakan pada awal Mei 2019 tetapi tanggal pastinya belum diputuskan. Pihak TNBTS masih menunggu surat putusan dari pusat.

“Setelah ada putusan tanggal berapa mulai dibuka, akan diumumkan nantinya,” ujar Wawan.

Rencana pembukaan jalur, kata dia, telah mempertimbangkan segala sesuatunya terutama kondisi cuaca yang sudah memungkinkan. Sejauh ini, persiapan pembukaan jalur sudah siap dan maksimal. Bahkan, kondisi jalur sudah dilakukan pengecekan dan aman bagi pendaki.

“Karena kemarin keputusannya juga melibatkan BMKG. Diprediksi bulan depan sudah musim kemarau. (Jalur) sudah aman, dari BPBD juga sudah siap untuk antisipasi,” kata Wawan. (iar)*

Comment here