Artikel Lingkungan

Pentahelix Jurus Baru untuk Citarum Harum

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan materi saat menjadi “keynote speaker” dalam seminar nasional dengan tema “Model Sinergitas Pentahelix: Merawat Alam dan Mitigasi Bencana” di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2/2019). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama.

Bandung – Pentahelix, itulah jurus lima unsur yang hendak dilancarkan Citarum Harum demi mengembalikan sungai terpanjang di Jawa Barat itu sebagai sumber kehidupan.

Gagasan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri seminar nasional bertema “Model Sinergitas Pentahelix: Merawat Alam dan Mitigasi Bencana” di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jumat (22/2/2019).

“Hari ini kami menyelenggarakan sebuah gagasan besar. Kebencanaan ini bisa kita kurangi risikonya melalui kolaborasi Pentahelix,” katanya dikutip dari Antara.

Kang Emil, sapaan akrabnya mengatakan, Pentahelix merupakan kolaborasi A-B-C-G-M yakni Academician, Business, Community, Government, dan Media. Kelima unsur tersebut harus kompak dan saling mendukung untuk membangun Citarum yang harum, bersih, sehat, dan lestari.

“Selama ini jangan menyangka bahwa urusan hidup kita ini hanya urusan pemerintah. Maka Pentahelix ini terbagi lima peran. Ada peran pemerintah, pebisnis, universitas, peran komunitas dan peran media,” kata Emil menjelaskan.

Dia berharap, dalam waktu lima sampai tujuh tahun ke depan, normalisasi Citarum akan berhasil apabila semua unsur tersebut kompak.

Menurut dia, saat ini telah dibuat buku pedoman Citarum Harum. Di dalamnya memuat masing-masing peran akan mengerjakan apa dengan target apa yang setiap akhir tahun akan dievaluasi.

“Target harus ada progres 15-20 persen setiap tahunnya. Jadi, di akhir proses kita harapkan bisa mengembalikan Citarum,” ujarnya. (iar)*